Jual Motor Dibayar Potongan Kertas ‘Rp10 Juta’ Kembali Terulang, Diduga Pelaku yang Sama

Korban Igun Junius menunjukan potongan kertas yang semula dikiranya uang sebesar Rp10 juta, Minggu (6/12/2020).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus penipuan dengan modus membayar potongan kertas yang dibungkus amplop cokelat seharga ‘Rp10 juta’ kembali terulang di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

Jika sebelumnya menimpa Dian Ferdiansyah (22), warga Km 15, Kelurahan Sukajadi, Kabupaten Banyuasin yang tertipu menerima uang ‘Rp10 juta’ dalam bentuk potongan kertas saat menjual sepeda motor Honda Beat nopol BG 5602 JA di media sosial pada Senin (30/11/2020).

Kali ini dialami juga Igun Junius (23), warga Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, Palembang. Korban kehilangan sepeda motor matic kesayangannya setelah korban membayar pembelian kendaraan roda dua milik korban sebesar ‘Rp10 juta’ dengan potongan kertas.

Kepada awak media, Minggu (6/12/2020), korban Igun Junnius mengaku mengiklankan sepeda motornya  melalui jejering sosial media facebook lewat akun market place OLX.

Korban mencari pmbeli sepeda motor di daerah Palembang dengan metode transaksi COD.

Iklan yang dipasang korban akhirnya membuahkan hasil. Di mana pelaku mengajak janjian dengan korban pada Kamis (3/12/2020), sekitar pukul 08.00 WIB di sebuah kafe di Jalan Residen Abdul Razak Palembang untuk COD-an.

Pada saat ketemu, meurut korban, akhirnya harga jual sepeda motornya disepakati di angka Rp13 jutaan. Namun saat COD itu, pelaku memberikan uang muka sebesar Rp10 juta yang dibungkus amplop cokelat.

“Pas ketemu, dia (pelaku –red) bilang nanti aja buka uangnya gak enak bahaya katanya,” ujar Igun menirukan ucapan pelaku.

Pada saat itu, pelaku juga mengatakan, sisa pembayaran pembelian sepeda motor setelah pelaku mendapatkan BPKB.

Dengan kesepakatan itu, korban memberikan kunci sepeda motor terlebih dahulu dan STNK-nya di pegangnya untuk penebusan BPKB.

Karena sudah percaya dengan pelaku, korban mengaku, mempersilahkan sepeda motornya dicoba oleh pria yang memiliki ciri-ciri berkulit langsat, rambut ikal, bibir tebal, dan tinggi badan sekitar 170 sentimeter dengan nada suara berat.

Pelaku sempat mencoba sepeda motor korban sebanyak tiga kali di depan kafe tersebut. Setelah mencoba pelaku langsung meninggalkan korban.

Setelah pelaku hilang dengan sepeda motornya, korban mencoba membuka amplop tersebut dan ternyata berisikan potongan kertas.

Mengetahui dirinya menjadi korban penipuan, Igun mencoba mengejar pelaku dengan berlari dan berteriak minta tolong tapi apa daya pelaku dengan cepatnya menghilang.

Hingga kini korban telah melaporkan peristiwa yang menimpanya tersebut ke Polrestabes Palembang dengan masih melengkapi berkas laporan.

Kartini saat melaporkan kasus penipuan ke petugas SPKT Polrestabes Palembang, Sabtu (5/12/2020).

Kasus penipuan juga dialami Kartini (27), warga Jalan Bambang Utoyo, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Modus kejahatan yang menimpa Kartini yakni pelaku berpura-pura ingin mentransfer uang pembayaran pembelian mobil.

Ternyata hingga kasus ini dilaporkan ke petugas SPKT Polrestabes Palembang, kemarin, uang transferan tak kunjung diterima korban. Sedangkan mobil pelapor hilang dibawa kabur pelaku.

Kepada petugas SPKT Polrestabes Palembang, Sabtu (5/12/2020), Kartini mengatakan, kasus ini berawal korban mengiklankan mobil yang hendak dijualnya itu di sosial media facebook sebulan lalu.

Setelah ditunggu, ternyata iklan di media sosial itu ada respon. Salah satu akun atas nama Andi yang mengirim pesan kalau ingin melihat mobil yang saya tawarkan di OLX.

Kemudian, disepakati jika pelaku ingin ketemu dengan korban di kawasan KM 10 pada Jumat (4/12/).

“Lalu saya menyuruh kakak saya Beny untuk ketemu dengan pelaku guna mengecek kondisi dan kelengkapan surat kendaran,” terang Kartini.

Setelah melakukan pengecekan kondisi mobil. Antara pelaku dan kakak korban bersepakat harga.

Namun proses pembayaran dilakukan dengan cara transfer bank. Karena percaya, atas persetujuan korban, kakaknya menyerahkan kunci dan surat mobil ke pelaku.

Akan tetapi setelah mobil dibawa pelaku, transferan pelaku hingga kini belum masuk ke rekening korban.

Mendapati peristiwa penipuan yang dialaminya, korban langsung melaporkan ke petugas SPKT Polrestabes Palembang.

Sementara itu, Kabbag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene membenarkan adanya laporan penipuan yang dialami korban.

“Benar, laporan korban sudah diterima anggota piket SPKT selanjutnya akan diserahkan ke Unit Reskrim guna ditindak lebih lanjut,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.