Laporan Azwar Anas
Muaraenim, Sumselupdate.com — Ikatan Muda Serasan Sekundang (IMSS) menggelar pelatihan jurnalistik dasar bagi pemuda-pemudi di Kabupaten Muaraenim. Acara yang digelar selama dua hari itu dipusatkan di Ruang Pangripta Nusantara Bappeda Muaraenim, Sabtu- Minggu (5-6/13/2020).
Kegiatan ini diikuti 30 pemuda dari perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan lain dengan narasumber dari Dinas Kominfo Muaraenim dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muaraenim.
Ketua IMSS Arif Budiman mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengajari para pemuda teknik-teknik dasar menulis berita sesuai kaidah jurnalistik. Selain itu, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai etika menyebarluaskan informasi guna mengantisipasi berita hoax.
“Para peserta diharapkan dapat mengetahui cara menulis peristiwa dengan format berita yang berdasarkan fakta dan tidak terlibat dalam penyebarluasan berita hoax,” ujar Arif dalam acara penutupan kegiatan tersebut, Minggu (6/12/2020).
Sementara itu, Ketua PWI Muaraenim Siswanto diwakili Al-Azhar yang juga Pemimpin Redaksi Enim Ekspres mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh IMSS tersebut.
Menurut Azhar, di zaman derasnya informasi saat ini, setiap orang bisa dengan mudah menjadi wartawan. Hal ini, kata Azhar, karena masyarakat dapat menulis sebuah peristiwa melalui berbagai media, salah satunya media sosial.
Namun demikian, lanjutnya, tidak semua informasi yang ada di media sosial itu benar.
“Untuk itu, dengan adanya wawasan jurnalistik, diharapkan para pemuda dapat menguji informasi yang didapat di media sosial dan menyaringnya agar tidak terlibat membagikan berita yang tidak benar,” ungkap Azhar.
Dalam kegiatan pelatihan ini, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian masing-masing kelompok diberikan tugas untuk membuat berita dengan menerapkan pemahaman yang telah disampaikan oleh pemateri.
Setelah berita dibuat, para pemateri lalu menilai apa yang kurang dan harus diperbaiki dalam pembuatan berita tersebut.
“Secara keseluruhan, peserta sudah dapat menerapkan prinsip 5W+1H sebagai landasan menulis berita. Selanjutnya kemampuan tersebut harua terus diasah agar semakin mahir dalam membuat berita,” pungkas Azhar.(**)











