Palembang, Sumselupdate.com — Australia Broadcasting Corporation Internasional Development (ABC ID) bersama dengN Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Selatan memilih Kota Palembang menjadi tuan rumah gelaran pelatihan Jurnalis Konstruktif dalam pengemasan digital story telling berkualitas, Rabu(20/08/2025).
Festival Perahu Bidar Tradisional (FBPT) yang digelar Pemkot Palembang menjadi objek pelatihan Jurnalis Konstruktif, yang berlangsung sejak 14 hingga 19 Agustus 2025.
Dalam pelatihan kali ini, ABCID kembali menggandeng Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) sebagai penyelenggara.
Ketua Umum FJPI, Khairiah Lubis, diwakili Bendahara Umum Hafnida Dalimunthe yang juga bertindak sebagai koordinator acara, menyebut sudah sejak tahun lalu FJPO menjadi mitra ABCID dalam menyelenggarakan workshop Digital Story Telling di berbagai daerah di Indonesia.
Tak hanya Jurnalis Konstruktif, para peserta yang merupakan adalah jurnalis lokal beberapa daerah juga dikenalkan dengan isu Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)
“Dalam pelatihan di Palembang ini, peserta melakukan praktik liputan pada ajang Festival Perahu Bidar Tradisional yang digelar Pemerintah Kota Palembang,” tutur Hafnida.
Sementara Ketua FJPI Sumsel Dwitri yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut menyatakan kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi hebat antara FJPI dengan ABCID.
FJPI Sumsel turut mendampingi penyelenggaraan kegiatan selama delapan hari penuh di Palembang.
“Mulai dari menyiapkan wawancara dengan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hingga mendampingi peserta saat liputan Festival Perahu Bidar Tradisional, FJPI juga berperan aktif memberikan informasi kepada peserta maupun fasilitator,” kata Dwitri.
Sebanyak 18 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua, mengikuti pelatihan yang digelar di Hotel Ibis Sanggar Palembang ini.
Para peserta mendapat bimbingan dari sejumlah fasilitator, di antaranya Andre Yuris yang membawakan materi Keamanan Digital; Jasmine dan Ayu dari Magdalene yang mengulas isu KBGO; serta Mark Bowling, Hanna Fauzie, Aprelia, dan Marry Lou yang membekali peserta dengan praktik digital storytelling dalam jurnalisme konstruktif.
Salah satu peserta asal Aceh, Indah Rastika Sari, mengaku mendapat inspirasi baru dari liputan Festival Bidar di Palembang.
“Palembang luar biasa dengan tradisi bidarnya. Kami senang karena liputan didampingi, bisa banyak bertanya, dan mendapat narasumber yang beragam. Pengalaman ini akan saya bagikan ke Aceh,” ungkap Indah.
Hal senada disampaikan Novita, peserta asal Pekanbaru, Riau. Menurutnya, meski daerahnya memiliki tradisi Pacu Jalur, pengalaman di Palembang memberi sudut pandang berbeda.
“Banyak ilmu baru yang saya dapatkan di sini. Palembang punya karakter budaya yang khas dan menarik untuk diangkat dalam liputan,” kata Novita.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas jurnalis, khususnya dalam mengedepankan perspektif gender, keamanan digital, dan pendekatan jurnalisme konstruktif dalam pemberitaan.(**)











