JPU Kejati Sumsel Resmi Ajukan Banding Atas Vonis Eddy Hermanto Cs

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman, SH, MH.

Palembang, Sumselupdate.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) resmi mengajukan banding atas vonis 12 tahun penjara dan 11 tahun bui yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada empat terdakwa Eddy Hermanto, Syariffudin, Yudi Arminto, dan Dwi Krisdayani.

“Kemaren kita sudah mengajukan banding di PN Palembang,” kata Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH saat dikonfirmasi, Jumat (26/11/2021).

Read More

Sebelumnya, Majelis Hakim yang diketahui Hakim Sahlan Effendi, SH, MH di PN Tipikor Palembang, Jumat (19/11/2021), dalam petikan amar putusan mengatakan bahwa berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, terbukti memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi.

Majelis hakim sependapat dengan JPU mengenai jerat Pasal kepada terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Korupsi, keduanya menurut majelis hakim

Kedua terdakwa juga terbukti melanggar Pasal 12 B karena menerima gratifikasi dalam dugaan kasus korupsi pembanguan Masjid Sriwijaya.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa dengan pidana  masing-masing selama 12 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan,” tegas Sahlan bacakan putusan.

Tidak hanya itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan yakni wajib membayar uang pengganti kepada terdakwa Eddy Hermanto sebesar Rp 218 juta dan terdakwa Syarifuddin sebesar Rp 1,6 miliar.

“Apabila tidak sanggup membayar maka harta bendanya dapat disita, jika harta benda yang disita tidak mencukupi mengganti uang pengganti maka untuk Eddy Hermanto diganti hukuman 2 tahun penjara dan Syarifudin 2 tahun 6 bulan penjara,” ujar Sahlan.

Sementara itu dua terdakwa Eddy Hermanto dan Syariffudin menyatakan banding atas putusan tersebut.

“Maaf yang mulia terima kasih putusan yang dibacakan tapi saya mohon, akan menggunakan hak saya untuk menyatakan banding,” ungkap terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin.

Sementara itu dua terdakwa Yudi Arminto serta Dwi Kridayani, dengan hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Dalam petikan amar putusan mengatakan bahwa berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, terbukti memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi.

Majelis hakim sependapat dengan JPU mengenai jerat Pasal kepada terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Korupsi, keduanya menurut majelis hakim

Kedua terdakwa juga terbukti melanggar Pasal 12 B karena menerima gratifikasi dalam dugaan kasus korupsi pembanguan Masjid Sriwijaya.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa dengan pidana  masing-masing selama 11 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan,” tegas Sahlan bacakan putusan.

Tidak hanya itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan yakni wajib membayar uang pengganti kepada terdakwa Yudi Arminto sebesar Rp2,5 miliar dan terdakwa Dwi Kridayani sebesar Rp2,5 miliar.

“Apabila tidak sanggup membayar maka harta bendanya dapat disita, jika harta benda yang disita tidak mencukupi mengganti uang pengganti maka untuk Yudi Arminto diganti hukuman 4 tahun penjara dan Dwi Kridayani 4 tahun penjara,” ungkap Sahlan.

Usai mendengar putusan Majelis Hakim, kedua terdakwa Dwi Kridayani dan Yudi Arminto langsung menyatakan banding. “Kami banding yang mulia,” jelasnya.

Sementara itu JPU Kejati Sumsel, Roy Riyadhi SH MH, menyatakan pikir – pikir atas vonis dua terdakwa.

“Dalam waktu 7 hari kita akan menentukan sikap banding atau terima terhadap putusan itu,” tegas JPU. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.