Palembang, Sumselupdate.com – Debat sesi kedua antara capres nomor urut 01 Jokowi Widodo dan nomor urut 02 Prabowo Subianto sangat menarik bagi publik.
Jokowi mengklaim telah melakukan berbagai upaya di bidang pangan maupun lingkungan, sedangkan Prabowo berjanji akan menuntaskan persoalan seperti di bidang pangan, lingkungan dan lainnya pada pertarungan pilpres yang akan berlangsung pada April mendatang.
Ketua TKD KIK (Jokowi-Ma’ruf Amin) Provinsi Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM menilai Acara Debat Kedua Capres ini akan menentukan pilihan bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, pada debat kedua kali ini setiap Capres membahas soal Pangan, SDA, Pemanfaatan Energi dan Infrastruktur.
“Kita bisa melihat bagaimana kedua calon menjawab pertanyaan. Berapa kali calon 02 menjawab tidak sesuai dengan pertanyaan. 02 selalu menjawab akan melakukan masih meraba. Sementara, Pak Jokowi menjawab setiap pertanyaan dengan data dan argumen yang jelas,” kata SO, saat acara nobar debat kedua capres, di Posko TKD KIK Kota Palembang.
Mengenai LRT Palembang yang sempat disinggung Capres 02 menurut SO, hal tersebut bukan jadi permasalahan besar. Karena, wajar saja LRT pun baru berjalan dalam hitungan bulan.
“Kalau mau lihat itu nanti beberapa tahun lagi, kalau lihat beberapa bulan memang tidak akan tahu apa manfaat positifnya, Palembang akan jadi kota hebat yang punya moda transportasi baik seperti LRT. Mindset masyarakat juga pelan-pelan akan berubah untuk menggunakan transportasi massal itu,” tegasnya.
Ketua TDK Kota Palembang H Darmawan SH memaknai nobar ini bisa melihat improvisasi masing-masing Capres.
“Dari pada nonton di rumah, ngantuk. Di sini kita bisa membahas bersama bagaiman Pak Jokowi menjawab dengan data, lebih menguasai dengan bahasa akademik, bahasa gaul. Sementara Pak Prabowo tidak sistematis menjawabnya seperti menggenjot, menggencot,” kata Darmawan.
Wakil Bendahara Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Sumsel Ir H Yudha Rinaldi, berharap pada debat kedua ini, masyarakat akan lebih tahu mengenai program-program yang akan disampaikan para Capres.
“Dari KPU juga ada bank data sehingga kalau ada Paslon yang memunculkan informasi sesuatu, maka KPU akan menyampaikan untuk mencocokkan dari bank data. Jadi tidak asal sebut. Akan menjadi lebih baik kalau seluruhnya menyampaikan berdasarkan realita dan data,” kata Yudha yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel.
Sementara itu, wakil Ketua umum DPP Gerindra, Edhy Prabowo mengatakan, padahal pangan kita cukup untuk kebutuhan rakyat. Namun pemerintah justru melakukan impor seperti beras, daging dan lainnya
“Padahal minsalnya stok beras kita mencukupi justru swasembada namun pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan melakukan impor,”kata Edhy.
Kenapa anggaran yang besar tersebut diperuntukkan untuk kebutuhan petani seperti memberikan bibit, pupuk dan lainnya sehingga petani akan lebih sejahtera.
“Jika kami diberi mandat oleh rakyat maka kami akan menuntaskan persoalan yang ada, harga akan lebih terjangkau, dan kebutuhan lainnya,”kata Edhy yang juga caleg DPR RI dapil Sumsel 1 ini.
Nopran Marjani Sekretaris DPD Gerindra Sumsel, mengatakan bahwa LRT Palembang belum begitu mendesak bagi masyarakat palembang, sehingga wajar jika penumpang LRT belum begitu tinggi.
“Kenapa anggaran yang besar tersebut diperuntukkan yang lain saja, dan jika LRT ini bermanfaat bagi masyarakat maka pemerintah harus menyediakan stasiun untuk universitas sehingga dengan itu akan meringankan mahasiswa dan orang tua sehingga LRT akan lebih bermanfaat,”kata Nopran.
Pada saat Debat capres kedua Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (17/2) malam tadi, Capres 02 H Prabowo Subianto sempat menyindir proyek infrastruktur seperti LRT Palembang yang dinilai tidak efesien memberi dampak untuk masyarakat.
“Kami melihat infrastruktur hanya monumental. Timnya Pak Jokowi terlihat grasa-grusu. Seperti proyek LRT di Palembang tidak efisien,” ungkap Prabowo. (mor)











