Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Jerman melalui proyek Biodiversity and Climate Change (Bioclime) mendukung upaya Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kehutanan, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan, konservasi keanekaragaman hayati hutan bernilai tinggi, mempertahankan kapasitas penyimpanan stok karbon dan menerapkan pengelolaan hutan berkelanjutan di Sumsel.
GIZ Bioclime Team Leader Berthold Haaseler pada acara peluncuran buku “Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Provinsi Sumsel 2017-2021”, Jumat (5/5/2017) mengatakan, proyek BIOCLIME juga berkontribusi untuk memenuhi target keanekaragaman hayati di Indonesia di bawah Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Rencana Strategi CBD melalui Indonesia Biodeversity Strategi and Action Plan (IBSAP).
Menurutnya, salah satu langkah proaktif untuk mendukung pelaksanaan IBSAP Nasional dalam mewujudkan pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan di daerah adalah dengan mengembangkan dan menerapkan strategi dan rencana aksi pengelolaan, konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati di tingkat lokal.
Sumatera Selatan perlu mengatur strategi dan rencana aksi yang menyeluruh, efektif dan partisipatif untuk mengurangi dampak hilangnya keanekaragaman hayati dari deforestasi dan degradasi hutan.
Inisiatif Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, dalam hal ini Dinas Kehutanan, Bappeda dan para pihak yang terkait untuk menyusun buku Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Sumatera Selatan sangat baik sekali. GIZ Bioclime sangat mendukung dalam memfasilitasi proses penyusunan buku ini dari awal sampai selesai.
“Kami melihat proses penyusunan telah dilaksanakan dengan baik,intensif dan partisipatif dengan melibatkan banyak pihak. Kami senang akhirnya dokumen atau buku Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Sumatera Selatan telah selesai disusun dan siap untuk diluncurkan pada hari ini.”
“Kami juga menyampaikan apresiasi dan apresiasi kepada semua pihak yang turut andil dalam penyusunan buku ini termasuk para narasumber, fasilitator (Prof Lilik dan Ibu Ellyn) serta partisipan yang mewakili berbagai unsur masyarakat dan lembaga,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia berharap semoga buku ini dapat menjadi pedoman atau referensi semua pihak di tingkat provinsi dan kabupaten dalam menyusun program dan kegiatan pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan di Sumatera Selatan pada masa mendatang. (adi)











