Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, serta Kepala Dinas Kesehatan Sumsel mendatangi Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) membesuk bayi kembar siam atau kembar dempet, Aisyah Zahzara-Alisyah Zahra (alm) yang berhasil menjalani operasi pemisahan pada 27 Agustus lalu.
Selama kurang lebih 15 menit, Gubernur masuk ke ruang ICU Graha Spesialis RSMH melihat langsung kondisi bayi Aisyah (yang berhasil selamat usai menjalani operasi 7 jam), Kamis (29/8/2019).
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bangga pada tim dokter atas keberhasilan pemisahan kembar siap yang tergolong sulit ini. Tadi Saya sudah lihat langsung kondisinya katanya Aisyah sudah minum susu dan sudah melewati masa kritis pertamanya,” ucapnya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Sumsel, di Palembang dan seluruhanya termasuk yang di perantauan atau siapapun yang mendengar kabar ini, mari kita doakan agar Aisyah sehat tumbuh seperti anak lainnya dan menjadi anak yang soleha,” ujar Herman Deru didampingi Dirut RSMH dan jajaran direksi serta tim dokter.
Selain kepada tim dokter yang menangani Aisyah-Alysia, apresiasi juga diberikan kepada tim dari RS DR Soetomo Surabaya yang ikut ambil bagian dalam jalannya operasi. Ia berharap keberhasilan ini tidak cepat membuat tim dan masyarakat berpuas diri, tapi justru harus terus menambah ilmu, Pemprov dan Dinkes berkomitmen membackup mereka demi terciptanya pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Sumsel.
“Kita patut bangga dengan RSMH yang sudah beberapa kali berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam. Kedepan harus diselaraskan skill dengan peralatan yang kita punya agar masysrakat tidak harus keluar provinsi lagi untuk berobat. Selain sport tourism kita ingin Sumsel juga menjadi Health Tourism dan menjadi General Check Up (GCU),” jelasnya.
Kepada orangtua bayi kembar siam, Afid Bahirul (30) dan Orin Syafitri (26), Gubernur berpesan agar menjaga Aisyah sebagai titipan Allah dengan baik, meskipun bayi Alisya tak berhasil diselamatkan. “Pesan saya jaga, didik dan pelihara titipan ini dengan baik,” tambahnya.
Belajar dari kasus ini, Gubernur pun ‘menantang’ puskesmas-puskesmas di seluruh Sumsel untuk menyediakan tenaga medis yang kompeten mengoperasikan USG. Karena ia berjanji akan membelikan USG bagi Puskesmas-puskesmas yang bisa menghadirkan SDM untuk mèmberikan pelayanan USG bagi ibu hamil.
“Kasus seperti ini sebenarnya bisa dideteksi sejak awal kalau sang ibu USG sejak awal kehamilannya. Tidak harus menunggu 7 bulan. Karena Dokter bisa memutuskan apakah kehamilannya bisa diteruskan atau tidak. Makanya saya tantang ya agar Puskesmas sediakan SDM nya, saya akan belikan USG. Jangan sampai sudah kita belikan tapi USG nya tidak bisa dipakai karena kan alat ini tidak biaa dipakai sembarangan harus dokter khusus,” jelasnya.
Tak hanya mengunjungi bayi kembar siam, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan gubernur untuk menyapa keluarga pasien yang cukup banyak berada di ruang tunggu. Meski hanya sekedar bertanya kabar dan kondisi keluarga yang sedang sakit, tampak betul keluarga pasien menjadi lebih bersemangat dengan kehadiram sosok Gubernur di tengah-tengah mereka.
Untuk diketahui tim dokter RSMH memutuskan untuk menyelamatkan bayi yang sehat dengan melakukan operasi memutuskan, dengan risiko bayi Alysia akan meninggal karena bayi tersebut tidak memiliki saluran napas (tenggorokan) dan tidak membentuk paru-paru. (rel)











