Jembatan Gantung Bukan Semata Keinginan, Tapi Lebih Sudah Kebutuhan

Jumat, 28 Oktober 2016
ilustrasi

Baturaja, Sumselupdate.com – Jembatan merupakan salah satu akses vital untuk memudahkan warga berlalu lintas. Terlebih jika bermukim di daerah bantaran sungai atau berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Seperti yang dirasakan warga Desa Karang Endah, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU yang sudah sejak lama menginginkan jembatan gantung. “Sebenarnya bukan keinginan, tapi lebih mengarah ke kebutuhan,” ujar Iyan, warga setempat, Jumat (28/10/2016).

Read More

Dijelaskan Iyan, jembatan gantung sangat dibutuhkan warga, karena sangat berperan terhadap aktifitas warga desa. Khususnya, warga yang memiliki kebun di seberang Sungai Ogan.

Selama ini warga desa yang memiliki kebun di seberang sungai mengalami kesulitan untuk mengangkut hasil kebun. “Sehingga selama ini terpaksa memakai lanting. Karena sarana itulah satu-satunya yang bisa digunakan,” terangnya.

Kepala Desa Karang Endah, A Arpada mengakui kesulitan yang dihadapi warga desanya. Lanting menjadi transportasi andalan warga untuk ke kebun, sekaligus menjadi alat transportasi untuk mendistribusikan hasil bumi dari kebun untuk dipasarkan ke Baturaja. “Hampir 60 persen, suplai sayur dari desa kita,” jelas Arpada.

Karena belum memiliki jembatan gantung, lanting yang menjadi sarana transportasi kerap mengancam keselamatan warga. Apalagi, pengguna lanting didominasi para wanita yang sudah usia lanjut.

Tak jarang, karena arus sungai yang deras saat menyebrang sungai, justru warga dan lantingnya hanyut ke hilir sungai. Terhitung sudah ada tiga peristiwa. “Lanting dan orangnya hanyut,” urainya.

Kalau sudah demikian, biasanya keluarga korban yang mendapat informasi atau merasa kehilangan mencari di sepanjang aliran sungai. Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, namun hal tersebut sangat dikhawatirkan.

Serta pemerintah desa sendiri sudah beberapa kali menyampaikan usulan pembangunan jembatan. “Rencananya tahun ini, tapi realisasinya belum ada. Mudah-mudahan secepatnya,” harapnya.

Menurutnya, bayangan akan dibangun sarana tersebut sudah terlihat. Sebab, sebelumnya dari Pemerintah Kabupaten OKU sudah melakukan pengukuran serta menentukan titik lokasi.

Desa tersebut membutuhkan jembatan gantung sepanjang 150 meter yang dibangun di kampung satu. “Di lokasi itu, warga menggunakan lanting untuk menyeberang, sambil membawa hasil kebun untuk dijual,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga OKU, H Helman mengaku belum bisa berbuat banyak untuk melaksanakan usulan warga. Karena kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit. Bahkan, untuk tahun depan belum bisa direalisasikan. “Tapi tetap kita carikan dana dari sumber lain,” imbuhnya. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts