Pagaralam, Sumselupdate.com – Harga jual biji kopi terus mengalami kenaikan menjelang musim panen yang diperkirakan akan dimulai pada April 2025.
Per hari ini, Senin (3/2/2025), harga kopi di tingkat petani telah menyentuh angka Rp72.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp68.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini disambut dengan optimisme oleh para petani. Pantauan di lapangan menunjukkan banyak petani semakin giat merawat kebun mereka, bahkan ada yang memilih bermalam di kebun untuk memastikan tanaman dalam kondisi terbaik.
Anca, seorang tauke kopi di Pagaralam membenarkan harga kopi di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp70.000 hingga Rp72.000 per kilogram, tergantung pada kualitasnya.
“Benar, harga kopi kembali mengalami kenaikan di angka Rp72 ribu untuk kualitas baik. Sedangkan untuk kualitas menengah harganya di angka Rp70 ribu per kilogram,” kata Anca.
Menurutnya, meski harga terus naik, volume penjualan kopi saat ini sedikit menurun, karena para petani mulai fokus pada persiapan musim panen. Kopi yang dijual saat ini merupakan buah awal musim.
“Ini buah pangkal (awal musim) yang masih dijual petani. Karena masa panen baru masuk di bulan April mendatang. Diperkirakan harga jual kopi ini akan terus naik sampai musim panen nanti,” jelasnya.
Sementara itu, Nando, seorang petani kopi mengungkapkan harapannya agar harga tetap stabil atau bahkan terus naik hingga panen tiba.
“Semoga harga jual di angka Rp72 ribu ini akan terus naik atau paling tidak bertahan sampai masa panen nanti. Karena jika melihat buah kopi saat ini, hasil panen tahun ini cukup menjanjikan,” harapnya.
Dengan trend harga yang terus meningkat, para petani kopi di Pagaralam semakin bersemangat merawat kebun mereka, berharap panen tahun ini membawa keuntungan yang lebih baik.











