Jelang Lebaran, Herman Deru Waspadai Karhutla dan Lonjakan 3,8 Juta Pemudik di Sumsel

Writer: - Sabtu, 21 Maret 2026
Gubernur Sumsel Herman Deru mengikuti video conference pengamanan malam takbiran menjelang Idul Fitri 2026. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri video conference Sistem Keamanan dan Ketertiban Lingkungan pada malam takbiran menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama seluruh stakeholder telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama diarahkan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Read More

Ia menyebutkan sekitar 3,87 juta pemudik diprediksi akan melintasi wilayah Sumatera Selatan pada Lebaran tahun ini.

“Sampai sekarang kita bersama Polda dan TNI terus memantau pergerakan kendaraan. Alhamdulillah, situasinya aman dan terkendali,” ujar Herman Deru.

Selain pengamanan arus mudik, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga memberikan perhatian serius terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini seiring dengan potensi dampak fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

“Kita juga mengantisipasi dampak El Nino, termasuk potensi karhutla. Daerah rawan sudah kita petakan dan menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Sementara itu, video conference diawali dengan laporan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho yang menyampaikan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah kemacetan di titik-titik rawan.

Menurutnya, arus lalu lintas di jalan tol secara umum masih aman dan terkendali. Rekayasa lalu lintas juga telah diterapkan, termasuk sistem buka-tutup di sejumlah titik tertentu.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam arahannya menegaskan bahwa arus mudik Lebaran 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski terjadi lonjakan pergerakan masyarakat, pelaksanaan mudik dinilai tetap berjalan dengan baik dan terkendali.

Ia juga menyebut peningkatan jumlah pemudik tidak diikuti kenaikan angka kecelakaan lalu lintas. Sebaliknya, angka kecelakaan justru mengalami penurunan.

“Ini menjadi keberhasilan kita bersama, seluruh stakeholder yang terlibat, baik dari TNI, Polri, kementerian, hingga pemerintah daerah,” ujar Kapolri.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, di antaranya kemacetan di jalur penyeberangan, khususnya di kawasan Gilimanuk, yang perlu diantisipasi menjelang arus balik Lebaran.

Selain itu, kendala pada sistem pembayaran tol juga menjadi perhatian, terutama terkait saldo kartu elektronik yang tidak mencukupi dan berpotensi menghambat arus lalu lintas di gerbang tol.

Untuk itu, masyarakat diimbau memastikan saldo kartu tol dalam kondisi cukup sebelum melakukan perjalanan, khususnya saat arus balik Lebaran.

Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra, serta unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts