Jelang Idul Fitri, Disdagperin Muba Kembali Melakukan Sidak di Pasar Tradisional

Sidak di Pasar Babat Toman dan Pasar Randik Sekayu.

Sekayu, Sumselupdate.com – Jelang Lebaran Idul Fitri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan sidak barang kebutuhan pokok di pasar wilayah Kabupaten Musi Banyuasin Pasar.

Sidak pengawasan difokuskan pada harga dan amannya ketersediaan pasokan bahan pangan dan pokok serta kandungan berbahaya pada barang dagangan ini, dipimpin langsung Kepala Disdagperin yang diwakili oleh Kabid Bapokting Darmadi. Dari temuan di pasar, jelang Idul Fitri 1442H, harga barang mulai mengalami kenaikan.

Read More

Seperti yang terjadi di Pasar Babat Toman dan Pasar Randik Sekayu. Ayam broiler mengalami kenaikan dikisaran harga Rp33.000–Rp35.000, Telur ayam mengalami kenaikan dikisaran harga Rp22.000–Rp.25.000, Kedelai dengan kisaran Rp9.800-Rp14.000 dan daging sapi dari harga Rp120.000 menjadi Rp130.000.

Kenaikan harga tersebut, ditenggarai adanya peningkatan kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan. Akan tetapi, Kepala Dinas Dagperin Kab. Muba Azizah, mengungkapkan, pasokan dan bahan pokok penting masih tetap stabil.

“Kami kawal pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok penting di pasar agar stabil dan memenuhi kebutuhan masyarakat jelang lebaran,” ujarnya.

Selain memantau langsung ketersediaan stok dan harga, Disdagperin Muba melakukan pemeriksaan makanan yang dijual dalam rangka perlindungan konsumen.

“Kita akan memastikan bahwa makanan yang diperjual belikan  tidak mengandung zat berbahaya. kami bersama tim Dinas Kesehatan dan BPOM memeriksa kandungan bahan makanan, izin edar, kondisi barang dan kemasan, serta label BPOM”, ujar Azizah.

Pengambilan sampel bahan makanan, baik yang belum diolah maupun yang telah diolah oleh pelaku usaha/pedagang di pasar wilayah Kabupaten Musi Banyuasin bertujuan untuk memeriksa kandungan dari bahan pangan tersebut, untuk menjaga kelayakan dan keamanan konsumsi bagi masyarakat.

Dari sampel makanan yang diperiksa ditemukan bahan pangan yang mengandung bahan zat kimia berbahaya seperti formalin, boraks, dan methanyl yellow.

”Dari uji sampel yang dilakukan, terdapat tujuh jenis makanan mengandung formalin yaitu ikan giling, udang ragu, cumi basah, ikan sarden, kikil, pempek ikan dan mie kuning/basah, dua jenis makanan mengandung Methanyl Yellow, yaitu mie kuning dan kelempang jangek, 1 jenis makanan mengandung Borax yaitu Bakso,” jelas Kepala Disdagperin Azizah.

Tim Interdis melakukan penyitaan barang-barang yang positif mengandung zat kimia dan diberikan Surat Peringatan kepada Pedagang (Pelaku Usaha) yang dimaksud.

“Pedagang yang kedapatan lagi menjual makanan yang mengandung zat berbahaya pada pemeriksaan selanjutnya, akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen,” Tegas Azizah.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin meminta agar Disdagperin dengan pihak terkait memaksimalkan pengawasan penjualan makanan di pasar-pasar.

“Jangan sampai ada oknum pedagang nakal yang menjual makanan dengan mengandung bahan berbahaya,” tegasnya.

Kepala Daerah Inovatif ini mengimbau agar pedagang dan masyarakat Muba mematuhi pembatasan operasional aktifitas di pasar.

“Ini demi kebaikan kita semua agar terhindar dari penularan wabah Covid-19,” tandasnya. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.