Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Ruas jalan lingkar yang menghubungkan Desa Jambat Balo dan Desa Belumai, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), nyaris putus.
Hampr putusnya sarana transportasi darat ini menyusul amblasnya jalan penghubung di dua desa tersebut.
Pantauan Sumselupdate.com, Kamis (20/8/2020), akibat amblasnya jalan ini, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas.
Padahal, jalan penghubung ini merupakan salah satu akses menuju kantor Camat Pagaralam Selatan dan kantor BPBD Kota Pagaralam.
Kondisi ini membuat warga yang hendak berurusan ke kantor Camat maupun BPBD kesulitan lantaran hanya mengandalkan kendaraan roda dua saja.
Sahrul (45), seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi jalan yang amblas mengatakan, kerusakan ini sudah terjadi satu setengah tahun lalu.
Namun sampai saat ini belum juga diperbaiki. Kondisi ini membuat jalan semakin parah dan nyaris tidak bisa dilalui.
“Sudah lama ini Mas rusaknya. Bahkan sudah mendekati dua tahun kondisinya seperti ini. Tapi sayangnya sampai saat ini belum ada perbaikan,” ujarnya.
Dikatakannya, sudah sering petugas mengecek lokasi dan bahkan pernah ada alat berat yang masuk. Namun tidak ada tindakan untuk melakukan perbaikan.
Senada dikatakan Endang (40), warga Jambat Balo yang berkebun di dekat lokasi jalan amblas mengaku, terpaksa harus putar balik saat hendak menuju kantor camat dan kebunnya menggunakan mobil. Karena jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.
“Harusnya ada papan pemberitahuan agar warga tahu jika jalan ini tidak bisa dilewati mobil. Selain itu jika tidak ada rambu bahaya maka bisa menyebabkan kecelakaan karena posisi lubang berada tepat diturunan jalan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Pagaralam Muhammad Fadli saat dikonfirmasi Sumselupdate.com mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan perbaikan.
“Tadi saya sudah hubungi Dinas PU dan mereka mengatakan bahwa jalan itu akan diperbaiki tahun ini menggunakan dana ABT,” ujarnya. (**)











