Jaksa KPK Cecar Saksi Ilham Yauri yang Berikan Keterangan Berbelit-belit

Suasana sidang

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang yang menjerat Bupati Non Aktif Muaraenim Ahmad Yani dalam dugaan gratifikasi 16 paket proyek senilai hampir Rp13,4 miliar di Dinas PUPR Muaraenim kembali digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/1/2020).

Dalam persidangan, JPU KPK sedikit kesal karena  saksi yang dihadirkan dinilai berbelit-belit dengan banyak mengaku lupa saat memberikan kesaksian.

Bacaan Lainnya

Tepatnya ketika Ilham Yauri yang menjabat Kepala Bidang Observasi Jalan dan Jembatan Kabupaten Muaraenim, memberikan kesaksian sebagai saksi pertama dalam persidangan.

“Saudara ini bagaimana, BAP baru bulan Desember lalu tapi sekarang sudah banyak lupa. Tidak mungkin lupanya cepat sekali seperti itu,” ujar Roy Riadi menanggapi kesaksian Ilham Yauri.

Ilham Yauri yang dicecar pertanyaan, akhirnya mengaku bahwa ia pernah menerima uang dari terdakwa Robi Okta Fahlevi sebesar Rp200 juta.

Uang tersebut diakuinya sebagai bentuk terima kasih atas 16 paket proyek di Dinas PUPR Muaraenim yang berhasil didapatkan terdakwa Robi sebagai kontraktor.

“Saya terima uang itu dari Edi Rahmadi, manajer PT Indo Pasir Beton milik Pak Robi. Uang Rp200 juta itu diberikan sebagai bentuk terima kasih. Tapi uangnya sudah saya kembalikan ke penyidik,” ujar Ilham Yauri.

Sebelumnya, ditolaknya pengajuan eksepsi yang  diajukan Bupati Muaraenim Non aktif Ahmad Yani, menjadikan ia harus kembali melanjutkan jalannya proses persidangan atas dugaan gratifikasi yang menyeret dirinya.

Ahmad Yani menjalani sidang secara bersamaan dengan terdakwa A Elfin MZ Muchtar yang sebelumnya menjabat Kabid Pembangunan Jembatan dan Jalan di Dinas PUPR Muara Enim.

Sebanyak 5 orang PNS di Dinas PUPR Muaraenim, dihadirkan oleh JPU KPK dalam persidangan.

Adapun kelima saksi yang dihadirkan yaitu, Ilham Yaholi (Kepala Bidang Observasi Jalan dan Jembatan Kabupaten Muara Enim), Mohammad Yusuf (PNS bagian jalan dan jembatan sekaligus Staff terdakwa A Elfin MZ Muchtar).

Kemudian Hermin Eko Purwanto (Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Muara Enim) dan Idris (Sekertaris Dinas PUPR Muara Enim) serta Soliama (Kasubag keuangan Dinas PUPR Muaraenim). (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.