Jadi Tuan Rumah Bonn Challenge, Gubernur Sumsel Banjir Pujian

Selasa, 9 Mei 2017

Palembang, Sumselupdate.com – Sebagai tuan rumah The 1st Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mendapat apresiasi dari 27 negara delegasi.

Hari ini delegasi Bonn Challenge bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Bupati OKI Iskandar, dan stakeholder mengunjungi kebun plasma nutfah dan demonstrasi plot restorasi hutan rawa gambut bekas kebakaran di Jalan Sepucuk, Kabupaten OKI bersama delegasi Bonn Challenge.

Read More

Alex mengatakan, rangkaian kegiatan Bonn Challenge ini menjadi sorotan dunia, pasalnya Sumsel sangat konsisten melakukan upaya restorasi lahan gambut di Sumsel. “Ini semua kerja keras masyarakat Sumsel untuk mewariskan alam yang baik kepada anak dan cucu nantinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebun plasma nutfah dan demonstrasi plot restorasi hutan rawa gambut bekas kebakaran merupakan salah satu contoh kerja keras banyak pihak untuk memulihkan lahan dan hutan. “Kita memberikan contoh kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan baik,” katanya.

Dalam kunjungan di kawasan Sepucuk, Kabupaten OKI itu para delegasi diberikan kesempatan menanam pohon Ramin.

Delegasi dari Belanda, Edward Donovan mengatakan dirinya sangat takjub dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan stakeholder yang bekerja nyata dalam upaya restorasi lahan gambut di Sumsel. “Ini kerja nyata pemerintahan bersama warga untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati OKI, Iskandar, SE menguraikan, daerahnya memiliki luas wilayah 19.023,47 Km2 dan merupakan salah satu Kabupaten terluas di Provinsi Sumsel yang mencapai 20,33 persen dari total luas wilayah Provinsi ini.

Kondisi geografis Kabupaten OKI terdiri dari 75 persen lahan gambut atau rawa-rawa sehingga sangat rentan mengalami bencana kebakaran.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten OKI, saya ingin mengucapkan selamat datang kepada para delegasi peserta Bonn Challenge di OKI, Sumsel,” terangnya.

Belajar dari pengalaman, bersama Balai Penelitian Kehutanan, Kementerian Kehutanan RI, sejak 2009, Iskandar menuturkan pihaknya melakukan upaya restorasi lahan seluas 20 Hektare.

Kebakaran 2006 di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai lokasi kebun konservasi plasma nutfah. Dikatakannya, penanaman dimulai sejak 2011, bekerjasama dengan Internasional Tropical Timber Organization (ITTO).

“Melihat realitas itu, maka salah satu upaya terbaik adalah mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, hasil yang diperoleh cukup memuaskan dalam waktu kurang dari 6 tahun lahan Gambut bekas kebakaran yang awalnya terbuka tanpa pepohonan, saat ini telah rimbun oleh penutupan tajuk pohon berkisar antara 50-70 persen.

“Saya berharap kunjungan ini akan menjadi momen istimewa bagi kami warga OKI. Semoga pula kunjungan ini merupakan awal dari kunjungan selanjutnya,” katanya. (ery)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts