Istri Dibakar Suami Usai Shalat Magrib

Sekujur tubuh Susi terbakar karena ulah suami.

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Susila (32) Warga Lorong Jayalaksana, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, melaporkan suaminya karena telah membakarnya, Jumat (17/12/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Read More

Akibatnya, Susila mengalami luka bakar disekujur tubuhnya. Hampir 70 persen kulit Susila melepuh karena terbakar api karena ulah suami.

Kejadian naas ini berawal saat sang suami pulang dan meminta kembali uang yang ia berikan kepada korban (Susila) sebesar Rp100.000. Korban sebelumnya meminta uang itu karena hendak berziarah ke makam mertuanya yang berada di kawasan Suro Seberang Ilir, Palembang.

Setelah lama menunggu tak ada ketek yang akan menyeberang. Korban selanjutnya pulang ke rumah dan menjalankan shalat magrib.

Rumah kejadian pembakaan Susila.

Saat itulah suamiya pulang dan berteriak memanggil Susi, dan meminta kembali uang yang sudah diberikan sebelumnya. Orangtua korban, Anis, mengungkapkan, suaminya juga menggunakan kata-kata tidak pantas saat memanggil Susi.

“Susi lagi sholat suaminya pulang lalu teriak-teriak manggil, ‘oi lonte mano duet tadi kau kasih ke lanang mano duet itu’. Suaminya ini cemburu tidak jelas, padahal uang itu masih ada di Susi,” tuturnya.

Suaminya, kemudian meminta anak laki-laki mereka yang berusia 12 tahun untuk membelikan bensin. Namun sang anak tidak mau. Apriansyah pun membeli sendiri bensin, lalu ketika Susi keluar dari rumah, tiba-tiba sang suami menyiram bensin kepada Susi dan menyulut api menggunakan korek gas.

“Bensin itu disiram ke badan Susi, ia berteriak minta tolong waktu itu belum ada yang nolong. Apinya padam oleh Susi sendiri, karena rumahnya di pinggir Sungai Musi dia siram-siram sendiri badannya, tapi Susi juga cerita kalau ada sosok putih yang bantu menarik dia ke air,” katanya.

Lanjut dia, setelah memadamkan api di badan Susi dibantu warga pergi ke bidan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Kemudian Rosida, kakak Susi mendapat kabar dari warga jika ada peristiwa tersebut.

“Anak saya yang tua, kakaknya Susi jemput Susi dari Bidan sekitar jam 21.00 WIB malam, lalu membuat laporan ke Polsek SU I. Kemudian kami juga ke RS Bari untuk melakukan visum dan mendapat penanganan medis,” jelasnya.

Usai dari RS Bari Susi mendapat penanganan dan beberapa obat untuk menyembuhkan luka dan kini ia dan dua anaknya tinggal di rumah kakaknya.

Susi menambahkan, jika ia selalu mendapat perlakuan kasar dari sang suami. Pada saat kejadian ia mengaku uang dari Suaminya itu masih ada padanya.

“Kan dak jadi ke kuburan mertua, jadi aku balek ke rumah. Sudah itu shalat duetnyo ado masih di aku,” tukasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.