Isak Tangis Warnai Proses Pemakaman Cici Ariska

Sabtu, 24 November 2018
Suasana pemakaman Cici Ariska

PALI, Sumselupdate.com – Isak tangis haru mewarnai proses pemakaman Cici Ariska (28), korban tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di wilayah perairan Tanjung Kerawang, Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Setibanya di rumah duka di bilangan Jalan Bhayangkara, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kabupaten PALI, Sabtu (24/11/2018) sekitar pukul 10.55, jenazah yang datang dengan menggunakan peti mati langsung dishalatkan di masjid di dekat rumah duka.

Read More

Setelah itu, barulah kemudian jenazah langsung dibawa ke TPU Talang Miring, Kelurahan Pasar Bhayangkara untuk dimakamkan. Jenazah diantar oleh ratusan pelayat yang terdiri dari keluarga, tetangga, kerabat, pejabat hingga teman semasa sekolah almarhumah.

Marsudi (50) ayah kandung Cici Ariska tampak terlihat meneteskan air matanya ketika jenazah tiba. Tampaknya, dirinya tak kuasa menahan rasa sedih dan haru melihat sang anak Cici Ariska kembali ke Sang Khalik.

Kendati demikian, kepada sejumlah media Marsudi tampak tabah dan seolah tidak mau menunjukkan rasa sedihnya.

“Kami mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada tim Basarnas dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang telah berusaha mencari dan melakukan identifikasi kepada korban,” ungkapnya.

Dia juga menerangkan bahwa dirinya sudah pasrah atas apa yang sudah terjadi kepada anaknya tersebut. “Ini adalah musibah bersama, tentu ini bukan kehendak kito, ini kehendak Yang Maha Kuasa. Kami minta bantuan doa, semoga kedua anak kami diampuni segala dosanya dan diterima di Sisi Allah SWT, Aamiinn,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Susi, salah satu teman semasa sekolah korban mengaku, Cici merupakan anak yang periang dan suka bergaul.

“Dia juga pintar. Ketemu terakhir yaitu ketika acara buka puasa bersama Juni 2018 lalu sekaligus juga reuni sama teman-teman termasuk Cici. Setelah itu, Cici kan ikut suaminya kerja di Bangka. Jadi hanya komunikasi lewat media sosial, termasuk beberapa hari sebelum kejadian tragedi jatuhnya Lion Air JT 610, kami sempet bales komentar di FB,” cerita Susi dengan meneteskan air mata.

Ia berharap Cici dan suaminya Candra serta korban yang lain diampuni segala dosanya dan diterima di sisi Allah SWT.

Sebelumnya, suami Cici Ariska, Chandra Kirana (29), warga Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang, Kabupaten PALI terlebih dahulu terindentifikasi pada Jumat (2/11/2018).

Tim Disaster Victim Identification (DVI) mengindentifikasi jasad Chandra Kirana diketahui dari sepatu Reebok.

Sepatu milik Chandra Kira diketahui lewat foto dari kamera CCTV dan keluarga.

Sebagaimana diketahui, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang, Provinsi Jawa Barat pada Senin, 29 Oktober.

Total ada 189 orang penumpang dan kru pesawat tujuan Pangkalpinang tersebut. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts