Irigasi Tak Berfungsi, Warga Tiga Desa di Empat Lawang Manfaatkan Air Hujan  

Selasa, 12 Oktober 2021
Ratusan hektar lahan padi di Desa Jati, Kuba, dan Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumsel membutuhkan irigasi yang layak untuk pengairan lahan sawah.

Laporan: A Putra

Lahat, Sumselupdate.com – Ratusan hektar lahan padi di Desa Jati, Kuba, dan Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) membutuhkan irigasi yang layak untuk pengairan lahan sawah.

Read More

Selama ini irigasi yang telah dibangun dengan dana hingga Rp4 miliar tidak berfungsi.

Ketua Kelompok Tani Makedung Sakti Desa Jati, Evi Ardianto mengatakan, sebagian besar petani di desanya saat ini memanfaatkan air resapan hujan dari tanah di perbukitan, karena irigasi yang telah dibangun tidak mampu mengalirkan air.

“Pada saat Sungai Lematang kecil, pintu air yang terletak di Desa Pagar Batu untuk mengaliri sawah di Desa Pagar Batu, Kuba, dan Jati tidak berfungsi. Pintu air pada irigasi lebih tinggi dari aliran Sungai Lematang, akibatnya ketika air sungai mendangkal, air tidak masuk ke irigasi,” kata dia, Selasa (12/10/2021).

Dikatakan Evi, irigasi yang sudah dibangun beberapa tahun lalu, tidak sesuai spesifikasi tampungan air untuk ratusan hektar lahan sawah.

“Kalau menurut pengamatan kami memang tidak sesuai. Pintu airnya saja hanya dibuat 1,2 meter, seharusnya tiga meter, sehingga air masuk setinggi 30 semtimeter saja, debit air sudah banyak. Namun ini sangat sempit, sehingga tidak mencukupi kebutuhan air di sawah kami,” tutur dia.

Terlebih lagi, Desa Jati yang paling ujung, petani hanya mendapatkan sisa air dari bagian hulu.

“Ditakutkan akan menjadi polemik. Petani sering terlibat ade mulut karena berebut air,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun I Desa Jati Ismet mengungkapkan, sumber perekonomian masyarakat Jati memang bergantung kepada pertanian padi.

“Sudah tiga tahun terbengkalai, saat musim kemarau tahun tahun lalu, tahun ini, karena ada musim hujan, akhirnya petani bisa menggarap sawah,” ucapnya.

Sebanyak 70 persen masyarakat di Desa Jati mempunyai lahan sawah di seberang desa mereka, dan sangat bergantung kepada pengairan Sungai Lematang.

“Kalau sawah berhenti digarap, sudah pasti roda perekonomian masyarakat di Desa Jati ini terganggu. Oleh sebab itu, kami berharap, adanya perbaikan pada irigasi, dimulai dari pintu air hingga ke hilir, yakni desa kami. Kalau air cukup, petani bisa tiga kali panen dalam setahun. Kalau tahun ini, panen sekali setahun sudah sangat bersyukur sekali, karena dibantu hujan,” pungkasnya. (**).

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts