Teheran, Sumselupdate.com – Pemerintah Iran memperingatkan bahwa langkah Amerika Serikat (AS) yang melakukan blokade terhadap Selat Hormuz berpotensi merusak kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung antara kedua negara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyebut tindakan tersebut sebagai langkah provokatif yang dapat memperburuk situasi keamanan kawasan.
“Angkatan bersenjata Iran siap mengambil tindakan yang diperlukan,” tegas Baghaei, seperti dilaporkan media internasional, Kamis (16/4).
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas stabilitas gencatan senjata yang sebelumnya difasilitasi untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menekankan pentingnya melibatkan Lebanon dalam setiap kesepakatan gencatan senjata. Ia juga memuji peran Hizbullah dalam dinamika kawasan serta mendesak AS untuk menghormati kesepakatan yang telah dicapai.
Dalam pernyataan terpisah, penasihat militer senior Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi konflik berkepanjangan jika diperlukan. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan berkompromi terhadap syarat-syarat yang diajukan dalam proses negosiasi.
Rezaei turut mengkritik langkah AS yang dianggap berupaya bertindak sebagai “polisi” di Selat Hormuz, sembari menegaskan bahwa Iran tidak akan melepaskan haknya atas jalur perairan strategis tersebut.
Situasi ini memperlihatkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih jauh dari kata mereda, dengan Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial dalam dinamika keamanan dan ekonomi global.
(**)











