Iran Sebut Rencana AS Tak Masuk Akal, Siapkan Respons Balasan

Writer: - Selasa, 7 April 2026
Seorang pria berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran di pusat kota London, Inggris, pada 21 Maret 2026. (Xinhua/Li Ying)

Teheran, Sumselupdate.com – Pemerintah Iran menyatakan telah menyiapkan respons terhadap rencana 15 poin yang diajukan oleh Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa rincian respons tersebut akan diumumkan pada waktu yang tepat.

Read More

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Teheran, Senin (6/4/2026), saat menanggapi pertanyaan mengenai perkembangan terbaru hubungan Iran dan Amerika Serikat.

Menurut Baghaei, proposal dari Amerika Serikat telah disampaikan melalui sejumlah perantara, termasuk Pakistan dan beberapa negara sahabat lainnya.

Ia menilai isi rencana tersebut mengandung tuntutan yang berlebihan dan tidak masuk akal.

“Rencana tersebut berisi tuntutan yang sangat berlebihan, tidak biasa, dan tidak masuk akal,” ujarnya.

Meski demikian, Iran tetap menyusun respons berdasarkan kepentingan nasionalnya sendiri, termasuk menetapkan batasan atau garis merah yang tidak dapat dilanggar.

“Kami telah mengetahui apa yang kami inginkan dan batasan yang tidak bisa dilewati. Posisi kami sudah jelas,” tambahnya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat sejak serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu ke sejumlah wilayah di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam perkembangan lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam wawancara dengan Wall Street Journal, mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika negara tersebut tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, laporan dari Axios menyebutkan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan sejumlah mediator regional tengah membahas kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari yang berpotensi menjadi langkah awal menuju penghentian konflik secara permanen.

Hingga kini, situasi di kawasan Timur Tengah masih berpotensi memanas seiring belum adanya kesepakatan final antara pihak-pihak yang terlibat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts