Mekkah, Sumselupdate.com – Sebagian besar jamaah haji Indonesia kini sudah terkonsentrasi di Mekkah. Mereka telah menempati tujuh maktab yang dipersiapkan Kemenag RI melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Seperti diketahui, PPIH telah menyiapkan tujuh maktab dengan sistem zonasi. Yakni maktab Aziziah untuk jamaah embarkasi Lombok, maktab Raudhah untuk embarkasi Palembang dan embarkasi Jakarta-Pondok Gede, maktab Misfalah untuk embarkasi Jakarta-Bekasi, dan maktab Jarwal untuk embarkasi Solo.
Selanjutnya, maktab Mahbas Jin untuk embarkasi Surabaya, maktab Rei Bakhsy untuk embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan, dan maktab Syisyah untuk embarkasi Aceh, dan Batam.
Untuk membantu transportasi para jamaah ke Masjidil Haram yang rata-rata berjarak 3-4 kilometer ini pihak PPIH setempat menyiapkan puluhan bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam dan gratis.
Bus shalawat itu pun dilengkapi dengan stiker rute bus dalam ukuran besar agar mudah dilihat dan dipahami oleh jamaah.
Tercatat, ada delapan rute bus shalawat selama musim haji 2019. Rute tersebut ditampilkan melalui penomoran sebagai berikut.
Bus 4 melayani rute Mahbas Jin-Bab Ali. Bus 5 Syisyah-Syib Amir. Bus 6 Syisyah-Raudhah-Syib Amir. Bus 7 Syisyah 1 – Syib Amir.
Kemudian Bus 8 Syisyah 2-Syib Amir. Bus 9 Raudhah-Syib Amir. Bus 10 Jarwal-Syib Amir. Bus 11 Misfalah-Jiad.
Sejauh ini para jamaah mengaku sangat terbantu dengan adanya bus shalawat ini untuk pergi-pulang dari maktab ke Masjidil Haram.
“Alhamdulillah, sangat terbantu. Kita bisa ke Masjidil Haram kapan saja dan gratis,” ujar Afrinal, salah satu jamaah yang menginap di maktab Raudhah ini.
Soal kendala, dia menyebut hanya soal kemacetan. Terutama yang terjadi sekitar 1 jam menjelang atau setelah waktu shalat di Masjidil Haram.
Berdasarkan pengalamannya itu, dia pun menyarankan jamaah lain untuk tidak bepergian pada jam-jam macet tersebut. (shn)











