Ini Alasan Heri Amalindo Gelar Tinju Pantai di PALI

Heri Amalindo ketika diwawancara oleh awak media usai konferensi press

PALI, Sumselupdate.com – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Heri Amalindo bermaksud menjadikan kejuaraan tinju pantai (beach boxing) di daerahnya sebagai magnet pariwisata. Kejuaraan tinju itu digelar tak lazim karena menggunakan media pasir, juga tercatat sebagai yang pertama di Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, promotor tinju Sutrija bermaksud menggelar tinju pantai pertama di Indonesia pada 24 September 2016 mendatang di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Sebanyak 10 petinju asing dari total 80 peserta bakal meramaikan kejuaraan beach boxing.

Kepada sejumlah wartawan, Heri mengatakan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah tinju pantai pertama itu akan dimanfaatkan untuk membangkitkan gairah pariwisata di tempatnya. Caranya, Heri akan membuat pesta budaya dan pasar malam selama kejuaraan berlangsung.

“Kenapa kami bersedia menjadi tuan rumah kejuaraan tinju ini, karena ini momentum untuk menunjukkan budaya yang dimiliki oleh PALI dan Sumatera Selatan. Nanti akan ada pesta budaya dan pasar selama kejuaraan itu,” kata Heri, Rabu (27/7/2016)

“Sebagai daerah yang baru terbentuk tahun 2013 lalu, tentunya kami ingin mengenalkan daerah kami. Dengan dikenalnya daerah kami akan membuat masyarakat luar berdatangan ke daerah kami,” tegasnya.

Potensi yang akan dikenalkan tersebut diantaranya adalah situs Candi Bumi Ayu yang merupakan satu-satunya candi di Sumatera Selatan. Situs ini sangat menarik karena candi Bumi Ayu merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Di samping itu, potensi migas sangat menarik untuk dikenalkan. Apalagi potensi migas di PALI pernah menjadi penghasil migas terbesar di Indonesia sejak tahun 1918 lalu.

Selain itu, lanjut Heri, dengan kedatangan para atlet tinju dan penggemar tinju ke Bumi Serepat Serasan akan memicu pertumbuhan perekonomian masyarakat. Sebab banyaknya pendatang yang berbelanja akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kejuaraan tinju pasir pertama itu bakal digelar 24 September hingga 8 Oktober. Promotor tinju Sutrija menyebut akan membawa kejuaraan serupa naik ke tingkat Asean pasca-kejuaraan di PALI digelar. “Kami juga berencana membawa ke level dunia setelah ini,” kata Sutrija.

Terkait dengan format kejuaraan, tinju pantai ini mempertandingkan 16 petinju di masing-masing kelas. Jumlah tersebut ditentukan karena mengusung format kompetisi knock-out atau sistem gugur.

Adapun kelas yang dipertandingkan berada di lima kategori; kelas terbang junior, kelas bantam junior, kelas bulu junior, kelas bulu, dan kelas ringan. Petinju di masing-masing kelas akan memperebutkan sabuk juara dan uang sebesar Rp150 juta. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.