Inggris dan Prancis Siapkan Koalisi Navigasi, Tegaskan Tak Ikut Blokade Selat Hormuz

Writer: - Selasa, 14 April 2026
Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini memperlihatkan kapal tanker minyak Inggris "Stena Impero" di dekat Selat Hormuz, Iran. (Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)

London, Sumselupdate.com – Pemerintah Inggris menegaskan tidak akan terlibat dalam rencana blokade Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump yang menyebut Angkatan Laut AS akan mulai memblokade kapal yang masuk dan keluar dari Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran tidak mencapai kesepakatan.

Read More

Juru bicara pemerintah Inggris, seperti dikutip Sky News, menegaskan komitmen negaranya untuk menjaga kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.

“Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan terbukanya Selat Hormuz, yang sangat penting bagi perekonomian global serta biaya hidup di dalam negeri,” ujarnya.

Pemerintah Inggris juga menyatakan akan bekerja sama dengan Prancis dan mitra internasional lainnya untuk membentuk koalisi yang bertujuan menjaga keamanan pelayaran internasional tanpa melakukan blokade.

Sementara itu, Presiden Donald Trump dalam wawancaranya dengan Fox News menyebut sejumlah negara akan mendukung langkah AS, termasuk dengan mengirimkan kapal pembersih ranjau ke kawasan tersebut.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said mendorong AS dan Iran untuk mencari solusi damai melalui jalur diplomasi.

Dalam pembicaraan via telepon, kedua pemimpin sepakat bahwa menjaga stabilitas dan menghindari eskalasi konflik menjadi hal yang sangat penting di tengah situasi yang semakin memanas.

Pernyataan resmi dari Downing Street menyebutkan bahwa semua pihak diharapkan dapat menahan diri guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, sehingga setiap potensi gangguan di wilayah tersebut berisiko besar terhadap stabilitas ekonomi global.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts