Muhasabah dan menatap masadepan Indonesia dalam HUT RI 77 Peningkatan sistem demokrasi yang terus menerus dicanangkan oleh berbagai pihak dalam sistem pemerintahan di Indonesia nyatanya tidak selalu memberikan rasa keadilan bagi setiap lapisan masyarakat.
Hal ini sebenarnya dilakukan untuk menjamin setiap hak yang dimiliki oleh warga negara, sehingga kebebasan merupakan keniscayaan pemerataan kesempatan bagi setiap individu di dalamnya.
Demokrasi di Indonesia sendiri pada dasarnya terus berdinamika dengan persoalan keanekaragaman yang seringkali menjadi pemicu ketidakharmonisan antar kelompok. Perbedaan atas dasar keragaman di Indonesia telah banyak mencatatkan sejarah sebagai faktor utama munculnya konflik, seperti konflik antar agama, antar etnis, antar suku. Konflik-konflik tersebut semakin berkembang bukan saja sebagai konflik antar satu identitas melainkan telah memasuki babak baru sebagai konflik antar identitas.
Kajian mengenai politik identitas meliputi dua kategori identitas yang diakui yaitu identitas sosial dan identitas agama sebagai subjeknya. Identitas sosial meliputi identitas keagamaan, kelas, ras, etnis, gender dan seksualitas, di mana identitas sosial menentukan posisi individu dalam relasi atau interaksi sosialnya. Sedangkan identitas politik meliputi nasionalitas dan kewarganegaraan, di mana identitas politik ini menentukan posisi individu di dalam sebuah komunitas melalui suatu rasa kepemilikan (sense of belonging) dan sekaligus menandai posisi subjek yang lain dalam suatu pembedaan (sense of otherness).
Nurcholish Madjid bahwa HMI bukan hanya dari segi struktur organisasi, melainkan dari segi misi, aspirasi dan visi pemikiran organisasi yang lebih mendasar. HMI kader bangsa dan ummat akrab dengan pewujutan nasionalis Islam modern berpendidikan Barat, dengan ide-ide sosio-politik dan keagamaan yang canggih dan konstruktif. Mereka mempromosikan tema pemikiran dan kesadaran terbuka, seperti demokrasi, keterbukaan, penolakan terhadap sektarianisme agama yang sempit, kesetaraan dan keadilan sosial.
Selain itu, HMI merupakan organisasi mahasiswa Islam tertua. Kata “perjuangan” telah menjadi pilihan sadar sebagai ranahi perjuangan organisasi sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar. Dalam pedoman kader HMI, nilai-nilai dasar yang mengkonstruksi konsep kebangsaan, keduanya tidak bisa dipisahkan.
Sejarah mencatat bahwa nilai-nilai agama memiliki peran besar dalam menumbuhkan kesadaran akan kebutuhan hidup yang mandiri, berdaulat, dan bermartabat. Agama (khususnya Islam) mendorong terciptanya tatanan yang adil, damai, dan sejahtera bahkan menempatkannya sebagai suatu keharusan. Selanjutnya, dua sumber hukum Islam adalah Al-Qur’an dan hadits sebagai literatur yang sangat menentukan inspirasi keagamaan ayat yang berkenaan Qur’an surat An-nisa’ artinya yaitu “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dantaatilah Rasul(Nya), dan Uli al-Amri di antarakamu. Kemudian jikakamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnah).
Ulil Mustofa Ketua Umum HMI Cabang Palembang sebagai hadiah tulisan didedikasikan HUT RI ke 77 berpendapat dari kesimpulan pemahaman berkaitan dengan politik identitas yang sering menjadi awal jurang konflik maka perlunya menjadi individu maupun politisi yang harus tahu diri karena berangkat dari kata reformasi bergulir demokrasi bergilir Ingatlah bahwa masalah polarisasi yang melanda beberapa elit tidak dapat dipisahkan dari kontribusi mereka sendiri.
Ini karena faksi mereka di pemilihan umum memberlakukan undang-undang pemilu yang mengurangi peluang banyak kandidat mencalonkan diri. Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur bahwa partai politik dapat mengajukan calon presidennya sendiri jika telah memenangkan 20 persen dari total kursi DPR pada pemilihan sebelumnya. Melihat ke cermin pada jumlah kursi DPR saat ini dari 575 berarti bahwa partai membutuhkan setidaknya 115 untuk memenuhi syarat untuk kursi kepresidenan.
Selajutnya ulil menambahkan maka dalam kondisi identitas politik yang merujuk pada ke-hanifan perlu adanya visi dan misi baik secara individu , kelompok dan khusunya partai politik yang implementatif karena visi misi tanpa aksi itu ilusi atau visi misi dengan aksi itu prestasi agar tahu diri berikut rumusan 5 M
Mainset
Hal mendasar menciptakan minset memhami edukasi seputar pengetahuan politik. Sehingga, tidak ada lagi persepi bahwa politik itu negatif atau justru akan dijauhi masyarakat. ’’Yang lebih penting dalam pembelajaran ilmu politik itu adalah mengedepankan etika dan budaya. Dengan demikian muncul optimitis mindset dan masyarakat menganggap politik itu negatif akan berubah pembawaan prasangka baik lewat mainset.
Mental
Mental politik, yakni ‘mental melayani rakyat’. Tanpa itu, pemimpin hanya akan menjadi benalu bagi negaranya. Inilah kata kuncinya: melayani rakyat. Politik adalah seni mengelola kekuasaan agar bisa melayani dan mensejahterakan rakyat. Ini pula yang dipahami oleh para pendiri bangsa (founding father) ketika mendirikan negara ini. politik tak lebih sebagai penggunaan kekuasaan untuk tujuan kemakmuran segelintir orang. Politik pun kehilangan nilai-nilai luhurnya: pengabdian kepada rakyat, kejujuran, patriotisme, dan lain-lain.
Motivasi
Dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Bagi politik jati diri yang sedang tidak bersemangat ataupun sedang bersedih, kata motivasi mungkin saja bisa membuatmu kembali bangkit. motivasi hidup Hukum dan Politik dalam Sistem Hukum. Sistem politik mencerminkan bagaimana kekuasaan negara dijalankan.
Materi
Objek Politik atau bahan berpolitik yang membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa dalam dalam runutannya tentunya sangat kompleks sebagai ladang informasi awal konsultan mempengaruhi maka rekomendasi materi yang baik dalm berpolitik harus benar diresapi dan implementasi mengena.
Mudah dan Menang
Pengabungan kedua kata ini menjadi kesimpulan bagaimana fleksibel dan jangang jumut stagnan harus mudah menerima masukan saran dan kritikan serta menang berkaitan dengan konteks memenangkan hati rakyat secara universal menimbulkan rasa tenang dan nyaman
Penutup tentunya narasi kebaikan cipta karya dan karsa kader hmi sebagai kader ummat kader bangsa sebagai pendorong agar tetap pada tujuan Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertangung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT dirgahayu ke 77 tanah air Indonesia ku.











