Santri Muqimus Sunnah Kembali Menuntaskan Studi di Yaman

Writer: - Senin, 29 Juni 2026
Santri Muqimus Sunnah Kembali Menuntaskan Studi di Yaman (Sumselupdate.com/ Ist)

Husaisah, Sumselupdate.com – Seorang alumni Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Kiagus Muhammad Shohihul Islam, resmi menuntaskan studi sarjananya di Universitas Alwasathiyyah Assyar’iyyah, Husaisah, Yaman, setelah mengikuti prosesi wisuda angkatan ke-6 yang digelar pada Ahad (28/6/2026).

Setelah prosesi wisuda selesai, seluruh peserta melaksanakan salat Isyak berjemaah di Masjid Ahmadain yang berada di samping auditorium.

Agenda wisuda ini rutin diselenggarakan setiap tahun, tepatnya sehari sebelum peringatan Haul Imam Almuhajir Ahmad bin Isa di Husaisah. Kegiatan tersebut dihadiri para cendekiawan dari Lembah Hadramaut, kalangan akademisi, keluarga besar universitas, tamu undangan, serta diaspora Indonesia. Sejumlah ulama yang hadir di antaranya Habib Umar bin Hafizh, Syekh Yasir Al-Qodhmani dari Damaskus, dan Habib Basyir Al-Hamid.

Pada kesempatan tersebut, Kiagus Muhammad Shohihul Islam, alumni angkatan ke-7 Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, resmi diwisuda sebagai lulusan angkatan kedua Program Studi Fikih Tahawwulat. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya selama lima tahun, termasuk satu tahun pendalaman Bahasa Arab pada tahun pertama.

Fikih Tahawwulat merupakan disiplin keilmuan yang diasaskan oleh pendiri kampus, almarhum Alhabib Abu Bakar Al-‘Adniy bin Ali Al-Masyhur. Beliau dikenal sebagai salah satu cendekiawan Muslim asal Kota Aden yang memberikan banyak sumbangsih keilmuan, khususnya dalam memahami eskatologi menurut perspektif Islam melalui metode pembacaan historis Qurani dan profetif. Disiplin ilmu ini dipandang sebagai solusi Islami dalam menghadapi dinamika transformasi zaman bagi umat Islam.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Alwasathiyyah Assyar’iyyah, Dr. Abdullah bin Abdul Qadir Al-‘Aidrus, menyampaikan bahwa umat membutuhkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. Menurutnya, solusi tersebut hendaknya bersumber dari ajaran Allah SWT dan Rasulullah SAW, bukan merujuk kepada Barat maupun Timur.

Sementara itu, Habib Umar bin Hafizh menyampaikan bahwa Fikih Tahawwulat menyingkap makna Islam yang diwariskan secara jelas, terutama dalam kaitannya dengan realitas yang terus berkembang di tengah umat. Kedua tokoh tersebut juga mengingatkan bahwa ilmu syariat merupakan amanah besar yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab kepada umat.

Momen wisuda ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Muqimus Sunnah. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun umat Nabi Muhammad SAW.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts