Baturaja, Sumselupdate.com – Curah hujan tak menentu hampir di seluruh wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyebabkan kerugian bagi sejumlah petani karet.
Bagaimana tidak, di beberapa wilayah, petani karet tak bisa menjalankan aktivitas. Ini lantaran banyaknya kebun yang terendam air akibat meluapnya Sungai Ogan dan beberapa sungai kecil di wilayah berjuluk Sebimbing Sekundang itu.
Seperti pantauan pada Kamis (27/4/2017), beberapa kebun di Kecamatan Lubuk Batang dan Peninjauan banyak terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari satu meter hingga tiga meter.
Kondisi tersebut menyebabkan batang karet terendam. Bahkan wadah karet beku pun ikut terendam. Hal ini tentu menyulitkan petani.
“Tidak bisa nakok (nyadap karet-red) karena kebun saya hampir terendam,” ucap San, warga Kecamatan Peninjauan.
Menurutnya, hal ini tentu merugikan. Terlebih lagi, kata dia, harga karet saat ini cenderung turun, sementara harga komoditi terus melonjak.
“Karet pasti turun, apalagi mendekati bulan puasa harga komoditi naik. Kami jadi susah,” keluhnya.
Terpisah, Camat Peninjauan Feri Iswan saat dihubungi membenarkan banyaknya kebun karet milik warga terendam air. Namun, kondisi tersebut masih dalam batas kewajaran dan hampir terjadi saat musim penghujan.
“Kami pantau sudah mulai surut, banjirnya tidak sampai ke pemukiman warga,” jelasnya.
Namun, pihaknya berharap bagi masyarakat yang rumahnya rawan banjir, untuk tetap waspada. Apalagi cuaca saat ini sedang tak menentu.
“Kami harap terus waspada. Saya terus ingatkan itu melalui kades di wilayah Kecamatan Peninjauan,” tandasnya. (wid)











