Hilang Sepuluh Hari, Keluarga Kehilangan Jejak Dokter Muda Ini

Kanit 2 Sbudit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Bahtiar didampingi Panit 2 AKP Willy saat mendatangi rumah korban. Insert : dr. Nurshabbrina (27)

Palembang, Sumselupdate.com – Menghilangnya seorang dokter bernama Nurshabbrina (27) sejak Selasa 11 Februari 2019 sekitar pukul 20.30 WIB, membuat keluarga cemas. Terlebih lagi, dokter muda ini sudah pamitan kepada keluarga pergi ke Lampung menggunakan kereta api.

Petugas Unit 2 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel yang mendapat laporan dari pihak keluarga. langsung mendatangi kediaman Nurshabbrina di Jalan Perum Bukit Sejahtera, Blok S 5, Kecamatan, Ilir Barat I Palembang untuk memastikan identitas dan keberangkatan orang hilang.

Bacaan Lainnya

Fahmi (60), bapak dr Nurshabbrina menceritakan awal menghilangnya anaknya. Pada saat kejadian, anaknya  berpamitan pergi ke Lampung untuk menemui temannya.

Menurut Fahmi, saat anaknya meminta antar ke Stasiun Kereta Api Kertapati Palembang, dia bersedia karena kebetulan ada kegiatan juga di sana.

“Saya antar ke Stasiun KA Kertapati pada tanggal 11 Februari hanya di depan pintu masuk saja. Pada Rabu, 12 Februari  dia sms ke saya bahwa sudah sampai ke Lampung. Pada saat itu, anak saya  mengatakan tidak menggunakan WA karena paket internetan sudah habis. Sampai hari Jumat kami masih berkomunikasi menanyakan kapan pulang lalu dibalas mungkin Sabtu sudah pulang,” ujarnya, Kamis (20/2/2020).

Namun pada hari yang dijanjikan tepatnya hari Sabtu, nomor HP anaknya sudah tidak aktif semua dan sejak itu mereka hilang kontak dengan korban.

“Kami pun lepas kontak. Setelah itu kami menghubungi temannya Fitriani , terus kami mengatakan Nurshabbrina ada sama kamu. Namun ia bilang tidak ada. Setelah itu ia mengecek ke Hotel Andalasa tempat anak kami menginap, namun setelah dicek namun tidak ada juga,” ungkapnya.

“Setelah mendapatkan kabar tersebut kami panik. Kami pun mencoba menghubungi pacar korban yang ada di Jakarta, kami menanyakan ada tidak anak kami dengan kamu. Dia bilang tidak ada bersama dia,” jelasnya.

Ia mengungkapkan juga bahwa sebelum pergi ke Lampung, anaknya ingin menggunakan cadar. Tapi pihak keluarga menolak dan berucap tidak usah. “Dia pun menurut omongan kami. Anak kami itu tidak banyak ulah dan orangnya sangat pendiam juga,” cetusnya.

“Karena tidak ada kabar lagi sampai sekarang di mana keberadaan anak kami, jadi kami kemarin sudah membuat laporan ke Polda Sumsel untuk orang hilang,” sambungnya.

Sementara itu, Kanit 2 Sbudit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Bahtiar didampingi Panit 2 AKP Willy mangatakan, mendapatkan kabar tersebut pihaknya langsung ke rumah keluarga untuk memastikan identitas dan data orang hilang tersebut.

“Langkah kami dari pihak Polda Sumsel akan kami menelusuri perjalanannya ke stasiun apa benar orang hilang naik kereta tujuan ke Lampung, dan dari pihak keluarga juga sudah membenar bahwa sudah hilang hampir sepuluh hari,” pungkasnya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.