Harga Kembali Anjlok, Warga PALI Merendam Getah Karet

Senin, 6 Juni 2016
Salah satu getah karet warga yang direndam di sungai.

PALI, sumselupdate.com – Harga karet di Bumi Serepat Serasan kembali anjlok. Bahkan, jika kemarin harga karet sempat menembus harga Rp 7.500/kg ditingkat petani, kini hanya Rp.5.300/kg. Kondisi seperti ini, membuat sejumlah masyarakat memilih menimbun hasil sadapannya dengan cara merendam di anak sungai yang ada di desa masing-masing.

Pantauan awak media, di Desa Purun Kecamatan Penukal, tampak anak sungai di Desa tersebut penuh oleh timbunan getah milik warga.

Read More

Menurut Jono (50) salah satu warga setempat menyebutkan bahwa alasan menyimpan getah hasil sadapannya dengan cara merendam adalah agar meminimalisir penyusutan yang dialami selama penyimpanan.

“Getah sekarang ini harganya kembali murah, kami sengaja menyimpannya. Kalau sudah kembali mahal baru kami jual. Sengaja kami pilih merendam agar ketika dijual, susut getah tidak terlalu banyak,” ujarnya Senin, (6/6)

Hal sama juga dijelaskan oleh Juar (24) bahwa selain dirinya ada puluhan warga lain yang juga melakukan hal sama.

“Bukan aku saja yang merendam getah di sungai ini, namun warga lain juga melakukan hal sama dan menjaganya pun sama-sama,” tambahnya.

Ditambahkan Juar, bahwa walaupun kebutuhan hidup jelang puasa meningkat, namun dirinya harus bertahan dengan tidak menjual langsung hasil sadapanya. Nanti apabila harga kembali naik barulah menjualnya.

“Sayang kalau dijual sekarang, kami susah payah mengumpulkan getah dari pohon karet namun hasilnya tidak sebanding. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami mencari ikan dan berkebun palawija, hasilnya kami jual di pasar,” jelasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts