Gaza, Sumselupdate.com – Kelompok Hamas pada Kamis (22/1/2026) mengecam keterlibatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Hamas menilai langkah tersebut sebagai sinyal berbahaya yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan pertanggungjawaban.
Dalam pernyataan resminya, Hamas menuding Netanyahu sebagai pihak yang selama ini menghambat tercapainya gencatan senjata di Jalur Gaza. Hamas juga menilai Israel terus melakukan pelanggaran, termasuk serangan terhadap warga sipil serta perusakan infrastruktur, meskipun gencatan senjata disebut telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.
“Pendudukan merupakan akar dari terorisme,” demikian pernyataan Hamas. Kelompok tersebut menegaskan bahwa langkah awal menuju stabilitas adalah menghentikan seluruh pelanggaran Israel dan mengakhiri pendudukan secara permanen.
Sebelumnya, Netanyahu pada Rabu (21/1/2026) mengonfirmasi telah menerima undangan dari Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian tersebut. Trump secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian pada Kamis melalui upacara penandatanganan piagam di sela Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Namun, peluncuran inisiatif itu berlangsung tanpa kehadiran sejumlah sekutu Eropa. Sejumlah pengamat internasional mengemukakan kekhawatiran bahwa Dewan Perdamaian yang dipimpin AS berpotensi melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta kerangka kerja multilateral yang selama ini menjadi landasan upaya perdamaian di Gaza.
Kekhawatiran tersebut menguat seiring penolakan beberapa negara besar dan mitra tradisional AS untuk terlibat dalam inisiatif tersebut.
(**)











