Gubernur Minta Kepala Daerah dan Perusahaan Perkebunan Aktif Pantau Pencegahan Karhutla

Suasana penandatanganan kerjasama restorasi gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumsel bertempat di Hotel Arya Duta, Palembang, Selasa (9/8).
Palembang, Sumselupdate.com – Penandatanganan kerjasama restorasi gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  digelar di Hotel Arya Duta, Palembang, Selasa (9/8).
 
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Koordinator Tim Restorasi Gambut Sumsel dan Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arif Wibowo, yang disaksikan langsung dan diketahui oleh Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Sudirman, SH, MM, dan Sekretaris Badan Restorasi Gambut (BRG), Ir. Hartono Prawiraatmadja, M Sc.
 
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya meminta Bupati dan perusahaan pemilik lahan perkebunan dituntut harus turut andil menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sosialisasi ke semua pihak terkait.
 
“Mulai dari bupati dan jajaran satuan perangkat  daerah, pada musim panas ini harus turun langsung mengawasi ke bawah. Agar bisa memberikan arahan, sekaligus memerintahkan camat untuk menyuruh kades agar menyampaikan kepada masyarakat untuk menecegah bahkan menanggulangi kebakaran lahan,” kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya.
Kemudian, jelas Alex, anggota kepolisian harus berlaku tegas dalam menindak pelaku kebakaran. Karena masalah ini sangat penting, terlebih telah nampak titik Hotspot disebagian tanah mineral dan di lahan gambut. 
Kondisi cuaca ekstrim saat ini, sambungnya, bisa memacu hotspot. Suhu udara telah mencapai 33 derajat celcius dan jelas ancaman karhutla mulai nyata. Bahkan dua hari lalu, di kawasan jalan Palembang Indralaya kiri kanan terdapat semak-semak terbakar, entah sengaja atau tidak terjadi kebakaran.
“Saya pernah menjadi bupati selama dua periode namun tidak pernah terjadi kebakaran karena saya memantau dan mengawasi agar bencana tersebut tidak terjadi,” ujarnya.
Gubernur juga berterimakasih kepada Bupati Ogan Ilir (OI) dan Banyuasin yang hadir langsung dalam sosialisasi ini. Kemudian, dia meminta kepada Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Fathurozi untuk memberikan catatan para bupati dan pemilik lahan yang tidak antusias untuk menyempatkan hadir untuk mendapatkan pengarahan dari BRG.
“Kepada para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk bisa memberikan penilaian yang tepat, yakinkan pada masyarakat apa yang kita sudah lakukan untuk menanggulangi ini,” katanya. 
Alex memuji langkah dari Pangdam II Sriwijaya dan jajaran yang telah memimpin Sumsel, Jambi, Riau di kawasan Sumatera untuk siap sigap mencegah karhutla jangan sampai terjadi. Ini ditandai dengan ditandatanganinya kesepakatan kerjasama merestorasi lahan gambut dan melakukan pengembangan BIOS 44 dan Foam 44, pada acara tersebut.
Sementara, Sekretaris Badan Restorasi Gambut (BRG) Hartono Prawiratmadja menyatakan, seluruh pihak diharapkan dapat bersiap-siap menanggulangi upaya kebakaran, sebagaimana adanya Peraturan Presiden nomor satu untuk menugaskan kepada seluruh Gubernur untuk melakukan ekosistem restorasi gambut yang telah didegradasi.
Dalam catatannya, beberapa kabupaten prioritas lain sudah mulai direstorasi sebanyak 600 ribu hektar. “Memang tidak mudah merestorasi tanpa adanya kaitan dari pemangku kepentingan yang terkait untuk melakukan restorasi,” katanya.
Hartono melanjutkan, enam bulan melakukan persiapan dan kordinasi sebagaimana dengan harapan presiden, agar kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan sebaiknya, serta dari kementrian Lingkungan Hidup terkait regulasi payung dalam pelaksanaan restorasi gambut.
“Tercatat sebanyak  12 juta hektar gambut yang ada di Indonesia, ada 8 juta hektar tedegradasi. Sementara Presiden memerintahkan lakukan restorasi seluas 2 juta hektar, maka kami lakukan prioritas 2 juta hektar yang akan direstorasi,” ujar Hartono.
BMG sendiri telah melakukkan serangkaian persiapan yang dilakukan dan apa yang ditargetkan, agar dapat direliasisasikan. Kemudian mempersiapkan program sosial center, agar kegiatan restorasi kawasan yang teridentifikasi bisa dapat dukungan dari masyarakat. Untuk stakeholder, agar kegiatan ini bisa dilakukan selama-lamanya agar target restorasi mendapatkan hasil maksimal serta menjadi pencegah kebakaran yang menghantui wilayah prioritas tersebut.
Sedangkan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Sudirman, mengatakan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan guna mengetahui dan memahami peran kedua belah, sehingga dalam pelaksanaannya  tidak menyimpang dari aturan dan ketentuan yang telah disepakati.
 
Terkait dengan langkah-langkah antisipasi agar tidak terulangnya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumbagsel, Mayjen TNI Sudirman menegaskan bahwa Kodam II Sriwijaya siap membantu tugas pemerintah daerah (Pemda) dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, dengan memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki.
“Kodam II/Swj dan satuan jajarannya siap mendukung sepenuhnya baik personel, materiil maupun dukungan lainnya, sesuai kebutuhan dan kesepakatan,” kata Pangdam.
 
Pangdam juga menjelaskan bahwa, Sumsel merupakan provinsi yang sering mengalami kebakaran hutan dan lahan ketika memasuki musim kemarau. “Lahan gambut yang rawan terbakar saat kemarau yakni kabupaten OKI , Muba, Banyuasin dan Musi Rawas.
 
“Tidak hanya BRG, pemerintah dan TNI saja dalam mengatasi karhutla tetapi juga butuh dukungan dari semua pihak. “Kita semua terlibat dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam II Sriwijaya, menyampaikan apresiasinya atas terwujudnya MoU tersebut dan kepercayaan yang diberikan BRG Sumsel serta masyarakat kepada Kodam II Sriwijaya dalam rangka percepatan pemulihan kawasan dan pengembalian fungsi hidrolis gambut akibat Karhutla.
 
Kegiatan juga dihadiri para Asisten Setda Provinsi Sumsel, Tim Ahli Restorasi gambut Sumsel, Kepala Dinas terkait, Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian dan Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam, dan perwakilan kabupaten Musi Banyuasin, OKI, Muara Enim dan Musi Rawas.para Dandim dan Kapolres serta para stakeholder terkait. (ery)
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.