PALI, Sumselupdate.c0m – Tangisan Ripelsa, bocah berusia sembilan bulan asal Dusun I, Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI yang mengidap penyakit paru-paru membuat pengurus DPD Partai Golongan Karya (Golkar) PALI tergugah hatinya untuk membantu.
Diketahui, akibat mengidap penyakit itu tubuh sang bocah kini hanya tulang berlapiskan kulit saja. Terlihat dari kulitnya yang kini mengendur serta bobot badan yang hanya mencapai 4,7 kg. Bahkan, kini sang bocah harus makan lewat selang yang dimasukkan ke dalam hidungnya.
Padahal, normal nya untuk usia sembilan bulan bobot bayi bisa mencapai 9 kg. Apalagi, diketahui saat lahir, bayi berjenis kelamin laki-laki itu memiliki berat badan 3,2 kg, normal seperti bayi pada umumnya.
Ketua DPD Golkar PALI Irwan, ST melalui pengurus nya Syamsidah Tapiah saat mengunjungi sang bocah di RSUD PALI mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi ini dari salah satu keluarganya.
“Tidak ada maksud pencitraan, karena memang tujuan kami datang kesini untuk menjenguk sekaligus membantu keluarga sang bayi. Semoga dengan kehadiran kami, bisa menambah semangat keluarga dan mengurangi kesedihan mereka,” ucapnya saat ditemui ketika menjenguk Ripelsa, Jumat (22/6/2018).
Perempuan yang kerap disapa Ida Tapiah ini juga mengungkapkan pihaknya telah menghubungi dinas kesehatan dan RSUD.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala dalam segi pengobatan terhadap sang bayi. Karena, sudah dapat jaminan kesehatan. Jadi biaya berobat nya sudah gratis dari Pemkab PALI. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami mewakili Golkar PALI mengapresiasi program Pemkab melalui Dinas Kesehatan yang selalu siap membantu warga yang kesulitan biaya berobat,” kata Srikandi Partai berlambang pohon beringin itu.
Sementara itu, Romansyah didampingi sang istri, Meli Royani yang merupakan kedua orangtua Ripelsa mengaku senang sudah dikunjungi oleh pengurus Partai Golkar PALI.
Dijelaskannya pula, bahwa Ripelsa sudah tiga kali masuk rumah sakit. Awalnya, sang bocah mengalami batuk ketika usia empat bulan. Ternyata, sambung Romansyah batuk tersebut berlanjut, hingga didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit paru-paru.
“Paru-paru inilah yang menyebabkan badan anak kami kering, layaknya bocah yang gizi buruk. Kini, perawatannya hanya mengonsumsi susu yang disediakan RSUD PALI. Untuk mengembalikan kondisi badannya seperti semula,” ungkapnya.
Diakuinya pula, perhatian dari Pemkab PALI sudah ada. Karena biaya berobat sang anak tidak dipungut. “Terima kasih kami ucapkan kepada Pemkab PALI,” tutupnya. (adj)











