GMPG Sampaikan Evaluasi Kritis Kepemimpinan Ketum Golkar  

Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menyampaikan sejumlah evaluasi kritis atas kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto di hadapan sejumlah wartawan di Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2022).

Jakarta, Sumselupdate.com – Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menyampaikan sejumlah evaluasi kritis atas kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto.

Di hadapan sejumlah wartawan di Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2022), GMPG menyampaikan enam catatan kritis kepemimpinan Ketum Golkar.

Read More

Hadir dalam acara tersebut inisiator GMPG Mirwan BZ Vauly, Almanzo Bonara, dan Sirajudin Abdul Wahab.

Menurut Mirwan, enam catatan kritis itu antara lain, Citra Partai Golkar Rusak. GMPG mencatat, kepemimpinan Airlangga menegasikan citra Golkar yang eksklusif, oligarkis, dan birokratis.

Golkar bersih hanya wacana dan retorika karena banyak kader partai di eksekutif maupun legislatif terjerat kasus korupsi.

Saat ini elektabilitas tidak lebih tinggi dari 2017 saat Golkar masih dipimpin Setya Novanto.

Kala itu Golkar tembus 10.9 persen, sementara pada survei terbaru saat ini Golkar hanya mencapai angka 10.8 persen.

Penurunan juga terjadi pada kolektibilitas kursi hasil Pemilu dari 14,75 persen pada 2014 menjadi 12,31 persen pada 2019.

“Selain elektabilitas Golkar yang menurun, elektabilitas Airlangga juga hanya sebatas nol koma. Baliho-baliho  Airlangga yang tersebar sebagai instruksi DPP Partai tidak memberi dampak siginifikan pada Airlangga, terlebih pada Golkar,” tegas inisiator GMPG Sirojudin.

GMPG juga mencatat Partai Golkar sepi konsolidasi.

“GMPG mengenang petuah mantan Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakri bahwa elektabilitas partai adalah buah dari tertibnya konsolidasi. Tapi di masa kepemimpinan Ketum Airlangga, Golkar sepi konsolidasi. Meski ada konsolidasi tidak berjalan baik,” tambahnya.

Dikatakan, di era Airlangga ini untuk pertama kali musyawarah daerah (Musda) terpecah menjadi dua. Ini menunjukkan tata kelola partai yang buruk.

Bahkan, mesin partai mogok. Di tengah gaung politik 2024, GMPG menyebut mesin beringin tak berjalan dengan baik saat ini; Tak ada meritokrasi dalam manajemen kerja internal Golkar; Program kerakyatan Golkar tak berjalan; Kaderisasi pun tak berlangsung maksimal.

Golkar Institute bahkan disebut tak lebih dari sebagai lembaga pelatihan yang bersifat komersil. Setiap peserta Golkar Institute harus membayar biaya yang tak sedikit.

GMPG menyebut, imbauan Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan Golkar agar kader menjaga soliditas sebagai penanda bahwa internal Golkar dalan keadaan rentan.

Dari sederet catatan evaluasi kritis itu, Sirojudin mengatakan, Airlangga terbukti sosok yang tidak mampu memimpin Golkar.

Demi menjaga eksistensi Partai Golkar, GMPG akan menggelar roadshow ke sejumlah elit beringin.

“Perlu juga kita sampaikan, kita akan roadshow ke senior-senior partai Golkar untuk menyampaikan evaluasi ini,” kata Sirojudin. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.