Geruduk Koperasi DHD Farm Indonesia, Puluhan Mitra Minta Manajemen Kembalikan Uang Investasi

Puluhan mitra Koperasi DHD yang meminta pihak manajemen kembalikan uang investasi

Laporan Andika Pratama

Palembang, Sumselupdate.com — Puluhan mitra yang ikut menanamkan modal investasi ikan lele organik di Koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Indonesia, Palembang mulai mendatangi kantor Koperasi DHD Farm Indonesia Jalan Residen H Amaluddin, Kelurahan Sukamaju, Palembang Rabu (6/10/2021).

Read More

Kedatangan para mitra koperasi DHD ini menuntut pihak manajemen mengembalikan uang yang telah mereka tanamkan serta membayar keuntungan yang dijanjikan sebesar delapan persen dari modal yang telah mereka tanamkan ke koperasi DHD Farm Indonesia.

Pantauan di lapangan, di kantor koperasi DHD Farm Indonesia terlihat para mitra masih menunggu kejelasan dari pihak koperasi DHD dengan penjagaan dari personel kepolisian Polsek Sako maupun dari Polrestabes Palembang.

Doni salah satu mitra koperasi DHD Farm Indonesia ini mengaku ia bergabung menjadi mitra pada Agustus 2020 lalu menanamkan modal sebesar Rp 150 untuk investasi kolam lele organik. 10 kolam di Pangkalan Balai dan lima kolam di Saka Tiga Ogan Ilir keuntungan yang dijanjikan sebesar delapan persen.

“Dari sepuluh kolam lele yang di Pangkalan Balai, baru enam kali menerima keuntungan yang ketujuh mulai macet pembayarannya, kalau lima kolam di Saka Tiga baru lima kali menerima yang keenam macet,” katanya kepada wartawan.

Dikatakan Doni, ia pernah mengkroscek kebenaran kolam lele organik di Pangkalan Balai yang dijanjikan kepadanya awal 2021 lalu baru mau dibangun 20 ribu unit kolam lele organik tapi ia sudah menerima hasil tidak tahu dari mana hasil yang dibayarkan koperasi DHD.

“Karena merasa dibayar oleh koperasi DHD saya tidak memikirkan hal itu karena pembayaran hasil masih dibayar,”

“Nah pembayaran mulai macet akhir Juni 2021. Untuk pembayaran hasil yang akan saya terima seharusnya tanggal 5 Juni sama tanggal 25 Juli. Saat ditanya ke admin alasan masih akan audit keuangan internal dulu, setelah selesai audit keuangan internal akan audit keuangan eksternal.

“Kalau dilihat saya pesimis uang saya akan kembali. Saya hanya minta kepada pihak koperasi DHD untuk kembalikan saja sisa modal yang sudah saya tanamkan itu saja, berapa hasil yang sudah saya terima di potong saja,” ujarnya.

Terpisah, Dirut DHD Farm Indonesia Medi Siswanto, mengatakan, pihaknya terus berupaya memberikan yang terbaik untuk mitra. Dirinya berharap semua mitra bersabar, mengingat keuangan DHD Farm Indonesia saat ini terganggu.

Menurut Medi, keuangan DHD saat ini tidak stabil, karena diduga ada penyelewengan oleh Direktur Utama terdahulu atas nama Dodi Sulaiman dan Direktur Keuangan yang lama bernama Irma.

“Dan kami manajemen sudah melaporkan penyelewengan tersebut ke Polda Sumsel pada 1 Oktober 2021 lalu,” pungkasnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.