TIAP orang memiliki tujuan finansial yang berbeda-beda. Ada yang berdasarkan tujuan spesifik, ada pula yang merencanakan keuangan berdasarkan kurun waktu tertentu, misalnya jangka pendek dan jangka panjang. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan finansial, dan investasi jadi salah satu cara yang banyak dilakukan saat ini.
Alasan banyak orang memilih investasi karena cara ini memudahkan mereka mencapai tujuan finansial, bisa disesuaikan dengan kebutuhan, dan menawarkan keuntungan yang lebih menguntungkan dibanding menabung secara konvensional.
Untuk tujuan keuangan yang spesifik seperti dana pensiun, biaya pendidikan, beli rumah dan semacamnya, disarankan untuk melakukan investasi jangka panjang. Lalu, bagaimana cara investasi jangka panjang? Apa saja pilihan investasi jangka panjang yang sebaiknya dipertimbangkan? Mari kita bahas.
Cara Memilih Investasi Jangka Panjang
Jika kamu berencana melakukan investasi jangka panjang, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu:
1. Tentukan Tujuan
Setiap investasi yang kita lakukan harus didasari tujuan yang jelas dan spesifik, misalnya untuk biaya pendidikan anak, persiapan pensiun, biaya beli rumah atau kendaraan dan semacamnya. Dengan mengetahui tujuan investasi, kamu akan lebih mudah menentukan investasi yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Pahami Profil Risiko
Setiap investasi memiliki risiko, karena nilai pertumbuhannya fluktuatif. Profil risiko memudahkan kamu menemukan investasi seperti apa yang cocok dengan cara kamu berinvestasi. Profil risiko biasanya didasarkan pada seberapa besar toleransi kamu terhadap pertumbuhan dan perubahan nilai yang terjadi pada instrumen investasi yang dipilih.
3. Lakukan Riset
Sebagai investor pemula, jangan mudah tergiur dengan instrumen investasi yang sedang dibicarakan banyak orang. Lakukan riset terlebih dahulu sebelum kamu memilih jenis investasi tertentu. Karena itu akan sangat berpengaruh pada kemampuanmu berinvestasi dan tujuan finansial yang sudah direncanakan.
4. Diversifikasi Portofolio
Untuk kebutuhan jangka panjang, ada baiknya untuk melakukan diversifikasi portofolio atau berinvestasi di instrumen yang berbeda. Ini akan meminimalisir risiko kerugian yang terjadi. Sehingga kamu terhindar dari kerugian dalam jumlah besar.
Pilihan Investasi Jangka Panjang
Bagi kamu yang sudah paham cara memilih investasi jangka panjang, berikut beberapa pilihan investasi yang bisa kamu coba dan pertimbangkan, yaitu:
1. Saham
Investasi saham menawarkan keuntungan yang sangat besar setiap tahunnya. Dengan membeli saham suatu perusahaan, maka kita telah menjadi pemilik dari sebagian kecil perusahaan tersebut. Namun investasi dengan potensi imbal hasil yang besar, juga dibarengi risiko yang besar pula.
2. Investasi Celengan di AmarthaFin
Pilihan investasi lainnya yang bisa kamu pilih adalah Investasi Celengan di AmarthaFin. Investasi ini menawarkan keuntungan yang lebih baik daripada deposito dengan bunga kompetitif. Investasinya mulai dari Rp10.000 aja dengan tenor mulai dari satu bulan.
Dengan investasi ini, kamu bisa mewujudkan berbagai tujuan keuangan sekaligus mendapatkan pendapatan pasif. Tidak sampai disitu saja, bahkan kamu pun juga sudah berkontribusi pada pendanaan UMKM yang ada di Indonesia.
3. Obligasi
Obligasi merupakan instrumen investasi dalam bentuk surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah. Pilihan investasi ini sangat cocok untuk kamu yang mengutamakan kestabilan dan keuntungan yang bisa didapatkan secara rutin dalam jangka panjang.
4. Reksadana
Investasi satu ini banyak direkomendasikan bagi investor pemula. Karena pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi. Reksadana merupakan instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari para investor, kemudian dialokasikan atau diinvestasikan ke aset tertentu. Ini juga pilihan yang tepat untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi.
5. Logam Mulia
Umumnya investasi dalam bentuk logam mulia lebih dikenal dengan menabung emas di kalangan masyarakat. Namun selain emas, logam mulia juga bisa berbentuk perak, platinum atau paladium. Logam mulia seringkali disebut sebagai investasi dengan risiko paling minim, karena perubahan nilainya sangat stabil, dan cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang.
6. Properti
Selain logam mulia, investasi jangka panjang juga bisa dilakukan dengan cara membeli properti. Bentuknya pun beragam, mulai dari rumah hunian, apartemen, hingga bangunan yang digunakan untuk tujuan komersial. Kamu bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai properti yang terus bertambah seiring waktu.
Itulah beberapa pilihan investasi yang bisa dipilih untuk tujuan jangka panjang. Lakukan riset mendalam sebelum memilih salah satunya, dan selalu sesuaikan dengan kemampuan serta tujuan investasi yang telah direncanakan.











