Palembang, Sumselupdate.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan mengajak umat Islam memanfaatkan momentum gerhana bulan total dengan melaksanakan shalat sunah gerhana (shalat khusuf) serta memperbanyak doa, zikir, dan sedekah.
Ketua Tim Kerja Humas dan Protokol Kanwil Kemenag Sumsel, H Abdul Qudus Fitriansyah, mengatakan shalat gerhana dapat dilaksanakan secara sendiri maupun berjamaah di masjid.
“Sendiri boleh, tetapi berjamaah lebih dianjurkan,” ujarnya.
Selain shalat sunah gerhana, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak takbir, shalawat, zikir, istigfar, serta memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan negara.
Di sisi lain, Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, memastikan fenomena gerhana bulan total atau blood moon dapat disaksikan secara kasat mata dari wilayah Makassar dan sekitarnya.
“Iya, itu bisa dilihat secara kasat mata untuk kejadian nanti malam. Kejadiannya sebenarnya mulai dari sore, tapi kami tetap mengadakan pengamatan,” kata Jamroni.
Secara astronomis, gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Pada posisi tersebut, cahaya Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi sehingga Bulan tampak berwarna kemerahan.
Fenomena ini tidak hanya menjadi peristiwa astronomi, tetapi juga memiliki dimensi spiritual bagi umat Islam. Momentum gerhana kerap diisi dengan pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan atau Shalat Khusuf secara berjamaah di masjid.
Shalat Gerhana Bulan hukumnya sunah muakkad atau sangat dianjurkan. Ibadah ini dilaksanakan dua rakaat tanpa azan dan iqamah, cukup dengan seruan “Ash-shalatu jaami’ah”.
Tata cara shalat gerhana berbeda dari shalat sunah lainnya karena dalam setiap rakaat terdapat dua kali berdiri dan dua kali ruku.
Pada rakaat pertama, setelah membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an, dilakukan ruku pertama dengan durasi lebih lama, kemudian i’tidal dan membaca Al-Fatihah serta surat kembali sebelum ruku kedua. Setelah itu dilanjutkan sujud dua kali seperti biasa.
Rakaat kedua dilaksanakan dengan tata cara yang sama, kemudian diakhiri dengan tahiyat akhir dan salam.
Setelah shalat, imam dianjurkan menyampaikan khutbah singkat berisi ajakan meningkatkan iman dan takwa, penegasan bahwa gerhana bukan pertanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kebesaran Allah SWT, serta anjuran memperbanyak doa, istigfar, dan sedekah.
(**)











