Palembang, Sumselupdate.com – Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan calon jemaah haji (CJH) Indonesia tahun 2026. Isu keamanan penerbangan hingga kondisi di Tanah Suci menjadi perhatian utama.
Meski demikian, pemerintah memastikan pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana.
Sebanyak 5.895 CJH asal Sumatera Selatan dipastikan siap diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Pemerintah juga telah menurunkan tim ke Arab Saudi guna memastikan seluruh aspek teknis penyelenggaraan ibadah haji berjalan optimal.
Berdasarkan jadwal, kloter pertama jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026.
Wakil Ketua PPIH Embarkasi Haji Palembang, Hozinul Asror, menyampaikan bahwa seluruh persiapan di tingkat embarkasi telah dilakukan secara maksimal.
“Embarkasi Palembang sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder. Seluruh instansi pendukung juga telah menyatakan kesiapan penuh,” ujarnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal keberangkatan meskipun situasi global tengah berkembang dinamis.
“Kami tetap menyiapkan berbagai skema antisipasi jika terjadi kendala. Namun sejauh ini, pelaksanaan haji tetap berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Selain itu, skema penerbangan jemaah asal Palembang dipastikan tetap menggunakan rute langsung menuju Arab Saudi tanpa transit di negara lain.
“Penerbangan dilakukan secara direct Palembang–Jeddah, sehingga lebih aman dan efisien bagi jemaah,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi Sumatera Selatan, Apriyadi, mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang belum tentu kebenarannya.
Ia memastikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan siap mengambil langkah cepat apabila diperlukan.
“Penerbangan langsung ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah,” katanya.
Pemerintah juga memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 telah dipersiapkan secara matang, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk.
(**)











