GeNose Belum Ada, Penumpang KAI Divre III Palembang Masih Gunakan ‘Rapid Test Antigen’

IST

Palembang, Sumselupdate.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang belum memastikan kapan penggunaan GeNose 19 sebagai syarat penumpang yang akan menggunakan kereta api jarak jauh di Sumsel.

Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menerangkan mulai 5 Februari 2021, PT KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta, sebagai syarat naik kereta api jarak jauh.

Bacaan Lainnya

Dilanjutkan, mulai 15 Februari 2021 di stasiun Gambir, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi. Sementara untuk di Sumsel masih belum menerapkan.

“Sementara ini fasilitas pemeriksaan GeNose C19 sudah ada di 23 stasiun dan akan dilaksanakan secara bertahap di stasiun-stasiun lainnya,” katanya, Senin (21/3/2021).

Untuk pelanggan kereta api jarak jauh di wilayah Divre III Palembang, sebagai syarat kesehatan masih menggunakan hasil Rapid test antigen atau Rapid test PCR dengan hasil negatif.

Sedangkan pemeriksaan dengan menggunakan GeNose C19 untuk stasiun-stasiun wilayah Divre III sementara ini belum dilaksanakan.

Namun demikian, PT KAI selalu berkomitmen mendukung penuh langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penularan Covid-19 dan konsisten mengoperasikan kereta api dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat.

“Penggunaan GeNose secara bertahap, untuk stasiun Sumsel belum tahu kapan diterapkan. Sejauh ini, kita masih menggunakan Rapid test sebagai syarat penumpang naik kereta api,” jelas Aida.

Aida mengungkapkan, mulai periode 9 Januari 2021, pelanggan kereta api Jarak Jauh di Pulau Jawa dan Sumatera diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen sebagai syarat untuk naik kereta api.

Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 4 Th 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

“KAI mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” ungkap Aida.

Pelanggan KA jarak jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Adapun syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan dengan usia dibawah 12 Tahun.

Pelanggan kereta api jarak jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, memakai face shield, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.