Bangka Barat, Sumselupdate.com – Kepolisian Resort (Polres) Bangka Barat terus melakukan penyelidikan terkait meninggalnya Parianto (38), warga Desa Kacung, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang bekerja tambang di Desa Mayang, Kecamatan Simpang Teritip.
Kapolres Bangka Barat, Ade Zamrah, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Ecky Widi Prawira menjelaskan, dalam proses penyelidikan, Polres Bangka Barat melaksanakan kegiatan autopsi jenazah korban pada Kamis (29/2/2024) di Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Babar.
Autopsi dilaksanakan oleh Sidokkes Polres Bangka Barat bekerja sama dengan Tim Biddokkes dan Bagian Urdoksi Polda Kepulauan Babel.
“Memang benar ada peristiwa yang sebelumnya kita tidak ketahui yang informasinya mengambang, mendapatkan informasi dari istri korban kita melakukan aotopsi terhadap korban. Hasil dari autopsi memang didapati pendarahan yang berada di kepala dan ada pendarahan di dalam otak,” ujar Kasat Reskrim AKP Ecky Widi Prawira, Kamis (7/3/2024).
AKP Ecky Widi Prawira mengatakan, kematian korban Parianto diduga kuat karena penganiayaan.
Baca Juga: Terperosok Saluran Air, Pemotor di Desa Air Gantang Bangka Barat Tewas
Baca Juga: Aktivitas Penambangan Timah Tinggi, Jalan Perkebunan PT GSBL Desa Mayang Bangka Barat Ambrol
Saat ini Tim Opsnal Polres Bangka Barat sedang melakukan penyelidikan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menurut informasi sudah berada di luar Pulau Bangka.
“Saat ini kita sedang melakukan pengejaran terhadap diduga pelaku informasinya di luar Pulau Bangka,” tegas Kasat Reskrim. (**)











