Forjuba Harus Tetap Menjaga Etika dan Tanggungjawab

Deklarasi Forum Jurnalis Batak.

Jakarta, Sumselupdate. Com – Dalam rangka Ingin memberikan sumbangih pemikiran dan tenaga demi kemajuan masyarakat Batak dan membangun kebersamaan dengan masyarakat Indonesia, para jurnalis Batak mendeklarasikan berdirinya perkumpulan Forum Jurnalis Batak (Forjuba) di Jakarta.

“Kita membangun kebersamaan dalam arti tidak harus sama-sama menyatukan sesuatu, tetapi asalkan ada kebersamaan melakukan sesuatu sesuai talenta masing-masing,” kata Jamida Pasaribu, Ketua Umum Forjuba dalam keterangannya, Minggu (12/12/2021).

Dalam sambutannya, Jamida Pasaribu memaparkan tujuan didirikannya Forjuba ini, adalah membangun kebersamaan dan sinergitas.

“Kami berharap Forjuba ini kelak dapat bersinergi dengan organisasi-organisasi Batak dan lembaga lainnya dalam hal publikasi sehingga apa yang dilakukan dapat diketahui khalayak umum,” ujarnya.

Deklarasi Forjuba dilakukan di Gedung Sopo Marpingkir, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (9/12/2021) lalu. Deklarasi ini juga sekaligus menjadi ajang pelantikan pengurus Forjuba.

Ketua Umum Forjuba diketuai wartawan senior dari Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Sekretaris Umum Hotman J Lumbangaol, Bendahara Umum Rifal Marbun dan Ketua Dewan Penasehat Ludin Panjaitan.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan yang menghadiri deklarasi Forjuba mengajak Forjuba berpihak dalam pemberitaannya demi kemajuan daerah.

“Saya mengajak para wartawan, khususnya Forjuba dalam pemberitaan untuk berperan dan berpihak atas kemajuan pembangunan daerah,” kata Nikson.

“Peran Jurnalis dalam mendongkrak ekonomi sangat dibutuhkan masyarakat dan pemerintah daerah demi memajukan daerah tersebut,” imbuhnya.

Ketum Himpunan Marga Batak (Himaba) Brigjen Pol (Purn) Edwin P Situmorang mengatakan, peran jurnalis sangat dibutuhkan oleh masyarakat, namun Forjuba harus tetap menjaga etika dan bertanggung jawab dalam setiap pemberitaannya.

“Harus menjaga etika dan dan bertanggung jawab dalam setiap pemberitaannya,” ucapnya.

Menurut Edwin, kemajuan teknologi digital saat ini telah membuat dunia jurnalistik berubah secara revolusioner. Sebab, begitu banyaknya jurnalistik yang muncul dengan media-media digital yang luar biasa.

Dia menilai, ada dua hal yang bisa diamati dalam situasi perkembangan media digital tersebut. Dimana pada suatu media terdapat jurnalis yang memiliki etika dan bertanggungjawab dalam kedudukannya sebagai bagian dari bangsa ini.

Tapi lebih dari itu banyak juga terdapat jurnalis melalui pemberitaan di medianya masing-masing tidak bertanggungjawab dan tidak beretika.

“Justru banyak melakukan isu pemberitaan yang bisa membuat perpecahan, menghasut, dan mengadu domba,” tegasnya.

Edwin heran, apa alasan mereka melakukan perpecahan tersebut, apakah karena ideologi yang dianut atau semata hanya kepentingan bisnis ekonomi.

“Harapan saya, Forjuba bisa berperan menguatkan persatuan dan kesatuan,” katanya.

Ketum Batak Center, Ir SM Tampubolon menyambut baik kehadiran Forjuba dan siap bersinergi.

“Tidak hanya Batak Center, lembaga Batak lainnya juga bisa bersinergi dengan Forjuba sehingga tersosialisasikan apa yang menjadi visi orang Batak kepada semua orang. Terlebih lagi dalam rangka melestarikan budaya Batak,” ujarnya.

Untuk diketahui, sejumlah tokoh jurnalis dan tokoh masyarakat Batak menyambut hangat kehadiran Forjuba tersebut.

Mulai dari Elman Saragih, Ludin Panjaitan, Jansen Sinamo, Panusunan Simanjuntak, Ch Robin Simanullang, Hasudungan Sirait, Tony Rons Hasibuan, Jonro I Munthe, Darwin Situmorang, dan Laris Naibaho.

Ada juga sejumlah politisi, pejabat dan tokoh masyarakat Batak seperti Dr Hinca IP Pandjaitan XIII, Drs Nikson Nababan (Bupati Tapanuli Utara), Soekirman (mantan Bupati Serdang Bedagai) serta Ir Sintong M Tampubolon. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.