Palembang, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Pendidikan Sumsel bersama 37 Kepala SMA/SMK akan melaksanakan lokakarya ke Eropa sebagai terobosan dalam peningkatan mutu dengan mengembangkan sistem belajar mengajar bekerja sama dengan sekolah di Perancis, Swiss serta Jerman.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo MPd mengatakan, sebelum Kepala SMA/SMK unggulan/rujukan ini berangkat, mereka telah menyiapkan profil kepala sekolah, guru dan siswa yang siap melakukan pertukaran.
Jika memenuhi persyaratan, kepala sekolah, guru dan siswa akan dikirim pada awal tahun pelajaran 2017/2018 dan akan mengikuti sistem belajar mengajar dengan waktu yang bervariasi, mulai selama satu minggu, satu bulan, tiga bulan dan selama 6 bulan.
“Kita harap mereka bisa teredukasi oleh lingkungan budaya belajar, sistem dan proses di sana, lalu bisa membawa sistem atau perilaku dan budaya belajar itu ke Sumsel tanpa meninggalkan jati diri kita sebagai orang Indonesia,” katanya, Jumat (10/3/2017).
Menurut Widodo, etos kerja, semangat belajar, disiplin, semangat kompetitif, suasana di sana yang sesuai akan diterapkan di Sumsel, tetapi tidak menghilangkan kultur yang ada di Sumsel sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Gubernur tentang Muatan Lokal.
Diuraikan nya, bersamaan dengan penandatanganan MoU itu, pihaknya dan kepala sekolah akan memaparkan proposal yang telah disiapkan di hadapan sekolah yang ada di negara calon mitra tersebut.
“Keberangkatan ini tidak akan keluar dari tujuan awal, bila memang memenuhi kriteria maka kepala sekolah, guru atau para siswa akan dikirim ke sekolah mitra, sebaliknya kita juga akan menerima hal yang sama,” imbuhnya.
Dijelaskannya, selama mengikuti lokakarya Perancis, Swiss dan Jerman, para peserta akan mengikuti sejumlah kegiatan dan yang terpenting adalah menandatangani nota kesepakatan sebagai payung hukum dalam bentuk kerjasama yang lebih luas.
Diharapkan, hasilnya nanti mampu meningkatkan wawasan, cara pandang, sikap serta mampu menyegarkan kinerja para kepala sekolah dengan melihat sistem dan budaya belajar di sana dan mempraktikannya di sekolah di Sumsel.
Dalam kerjasama ini, Pemerintah Sumsel hanya akan memfasilitasi tiket pulang pergi dan visa, sedangkan akomodasi dan lainnya, seperti makan, akan disiapkan negara tujuan selama mengikuti program yang ada di sana.
Begitu juga sebaliknya, kalau ada kepala sekolah, guru, atau siswa dari sana akan belajar di Sumsel maka akan mendapatkan akomodasi yang sama. “Program ini akan segera direalisasikan pasca lokakarya ini dan segera diterapkan Juli 2017 mendatang,” jelasnya.
Oleh karenanya ia berharap agar semua pihak bisa mendukung program ini dengan melihat target yang akan dicapai untuk meningkatkan mutu serta kualitas belajar mengajar di Sumsel dengan menjadikan negara Eropa sebagai salah satu bahan acuan.
Lalu dalam jangka panjang, sekolah yang melakukan program ini akan mampu menjadikan sekolahnya berstandar internasional mengingat kerjasama ini diagendakan untuk kemungkinan kerjasama materi belajar tertentu yang sesuai dan tetap berpedoman terhadap kurikulum nasional.
“Kita harap, dengan dua jalur yang kita akan lakukan ini, akan mendorong sekolah secara otomatis menyandang sekolah unggulan dengan standar internasional yang benar-benar memiliki acuan yang jelas,” harapnya. (adi)











