Enam Bulan Bersembunyi di Bengkulu, Pembajak Kapal Laut Diciduk Saat Pulang Kampung

Tersangka Chandra alias Acan diamankan Polairud Polrestabes Palembang saat pulang ke kampung halamannya.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Usai sudah perlarian Chandra (41) alias Acan pelaku pembajak kapal laut pengisian bahan bakar atau SPOB yang tengah berlabuh di perairan Sungai Musi pada bulan Mei 2021 lalu.

Read More

Selama enam bulan bersembunyi di Provinsi Bengkulu, Chandra akhirnya diringkus aparat penegak hukum saat pulang ke kampung halamannya di Kota Palembang pada Kamis (18/11/2021).

Selain Chandra, petugas telah terlebih dahulu meringkus rekan pelaku yakni Zakaria (25), warga Jalan KH Azhari, Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang pada 31 Mei 2021. Kini Zakaria telah masuk masa persidangan.

“Acan ini buron enam bulan setelah kita lakukan penyidikan, kita trek posisinya kemudian ditemukan ada di Bengkulu. Kita kirim tim untuk kesana dan Alhamdulillah tersangka berhasil kita ringkus saat pulang ke Palembang,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Gunawan didampingi Kasat Polairud Polrestabes Palembang, Kompol Dedi Ardiansyah, Rabu (1/12/2021).

Kombes Pol Irvan Gunawan jika, Acan dan Zakaria merupakan spesialis pencurian alat kapal.

Dalam aksinya kedua pelaku berhasil menggasak alat radio Marine, Travos Las, Pompa Celup, antena Radio, dan televisi dengan taksiran harga mencapai Rp100 juta.

“Ini membuktikan bahwa pelaku sudah lama bergaul di bidang perkapalan, jadi mereka tahu kapal kapal mana saja yang ada celah untuk diambil, dipelajari tentang kapal itu, habitat di kapal itu, kapan meninggalkan tempat, dan kapan ada di kapal. Dipahami secara menyeluruh oleh pelaku,” ujar Kombes Pol Irvan Gunawan.

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti hasil curiannya berupa satu unit radio marine, satu televisi ukuran 32 inchi, satu unit travo las, satu unit antena radio marine, satu unit pompa celup dengan keseluruhan taksiran harga mencapai Rp100 juta.

Sementara itu, tersangka Acan mengaku nekat bersembunyi ke Bengkulu lantaran mengetahui rekannya Zakaria terlebih dahulu ditangkap petugas.

“Saya pergi ke Bengkulu dan di sana saya berjualan rokok. Saya pulang ke Palembang karena anak saya di Palembang,” tandasnya

Acan mengaku sebelum melancarkan aksi pencurian terlebih dahulu memantau situasi kapal.

Mengetahui kapal dalam kondisi kosong, lantas dimanfaatkan kedua tersangka melancarkan aksinya dengan membobol pintu kabin kapal.

“Sebelumnya kami pantau kapal lagi kosong, makanya kami congkel pintu kapal untuk masuk dan ambil barang barang itu,” ujar pelaku. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.