Empat Mahasiswa Perusak Mobil PAM Obvit Polda Sumsel Diamankan, Satu Reaktif Covid-19

DIAMANKAN-Empat tersangka pengrusakan Mobil PAM Obvit Polda Sumsel diamankan di Polda Sumsel, Rabu (14/10/2020).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com-Pasca mengungkap pelaku pengrusakan mobil Provos, kini Polda Sumsel sukses menangkap pelaku pengerusakan terhadap mobil PAM Obvit Polda Sumsel saat kericuhan aksi demo di DPRD Sumsel, Kamis (8/10/2020).

Bacaan Lainnya

Setidaknya ada empat mahasiswa yang diamankan dan semuanya berasal dariĀ  Kota Palembang. Keempat pelaku tersebut adalah Awwabin Hafiz (19) mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang semester 3 Jurusan Hukum, warga Dusun II Kelurahan Rengas I, Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir. Dia ditangkap
di kosan wilayah Sukabangun 2.

Keempat mahasiswa sedang menjalani pemeriksaan.

M Naufal Imandamalis (20), mahasiswa Teknik Sipil Unsri, warga Jalan Sultan Mansyur, Lorong Sekundang, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB I, Palembang.

M Barthan Kusuma (22), mahasiswa Stisipol Candradimuka semester 5, Jurusan Komunikasi, warga Jalan Kemiri, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Rezan Septian Nugraha (21) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Fakultas Hukum semester 7, warga Lahat tinggal di rumah neneknya di Telaga Swidak Plaju Palembang. Kemudian Barthan mahasiswa semester 5 Jurusan Ilmu Komunikasi di STISIPOL Candradimuka, Palembang.

Keempat mahasiswa ini, diamankan setelah Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel melakukan penyelidikan dari aksi yang terjadi saat ricuh. Ternyata keempat mahasiswa ini ikut melakukan pengerusakan terhadap mobil PAM Ovit milik Polda Sumsel. Mereka ada yang menendang, memukul hingga hendak membakar mobil.

“Aku jingok mobil sudah tebalik terus aku nendang bekali – kali. Terus aku nak bakar tahunyo karpetnyo basah jadi dak jadi tebakar,” tutur Rezan.

Menurut Rezan dia tidak ada maksud untuk merusak dan membakar, namun saat di lapangan, ada yang berteriak bakar, jadi dia terpancing.

“Aku tepancing, kebetulan aku megang rokok jadi aku nak bakar mobil itu ,” ungkapnya.

Sedangkan M Barthan Kusuma mengatakan, saat kejadian dia sedang bekerja meliput. Saat ricuh itu dia kena lempar batu dan terjatuh. Ketika terjatuh itula tutup lensa dan hood rusak sehingga dia emosi.

“Lagi emosi aku naek ke mobil itu, tapi idak nak bakar cuma nginjak mobil itu bagian atapnyo, kareno kesel aku tu,” ungkapnya.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi menjelaskan, ada empat pelaku diamankan karena melakukan pengerusakan mobil Dinas Provos dan PAM Obvit.

“Dari empat yang diamankan ini, dari hasil swab ada satu yang reaktif, yakni M Naufal Imandamalis. Mereka ini ikut merusak, sedangkan untuk yang mengambil rotator sedang kami cari,” katanya.

Lanjut dia, sudah ada delapan orang yang diamankan dalam pengerusakan mobil milik polisi. Jatanras Polda Sumsel, masih melakukan pengejaran sekitar 15 pelaku lain yang sudah teridentifikasi datanya. Mereka juga masih mahasiswa yang ikut melakukan pengerusakan mobil polisi.

“Kami imbau untuk menyerahkan diri. Apabila tidak menyerahkan diri, jangan salahkan kami bila kami tangkap. Untuk keempat tersangka ini, kami kenakan pasal pengerusakan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” katanya.

Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rektorat dan mengirimkan foto – foto mahasiswa yang melakukan pengrusakan. Meski dikatakan pihak kampus saat ini sedang belajar daring, namun diharapkan para tersangka ini untuk menyerahkan diri.

“Foto-foto sudah di share ke pihak kampus dan mereka ini sudah ditetapkan tersangka dan DPO (Daftar Pencarian Orang),” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.