Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Keretakan hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang berkepanjangan menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan.
Wakil Ketua DPRD Babel Fraksi Nasdem, Edi Nasapta, mengungkapkan keresahan tersebut kepada media, Rabu (23/7/2025).
Edi menilai, dampaknya sudah mulai terasa, terutama di kalangan ASN.
“Dampak pertama sekarang sudah mulai dirasakan, jadi para birokrat dan lain sebagainya termasuk DPRD sendiri ada keresahan, ada keresahan walaupun mereka dak ngomong pasti resah, resah, dan gelisah,” katanya.
Ia menjelaskan, keresahan muncul karena para ASN bimbang untuk mengikuti arahan siapa di antara kedua pimpinan eksekutif tersebut.
“Wakil Gubernur punya tugas dan fungsi untuk dikerjakan tapi orang mau ngikut Wakil Gubernur kelak dimarah sama bos e, ya misalnya begitukan, ini hanya misal berarti kan timbul keresahan itukan dampaknya,” sambungnya.
Lebih lanjut, Edi khawatir kisruh ini akan membuat Babel menjadi sorotan pemerintah pusat.
“Nanti kita dianggap pusat, daerah kita ni gak stabilkan, masa’ pucuk pimpinan berantem,” tuturnya.
Yang lebih dikhawatirkan lagi adalah potensi konflik horizontal, karena masing-masing pihak memiliki pendukung dan merasa benar.
“Kalo terjadi konflik horizontal akan besar urusannya, ini sekarang sudah timbul seolah-olah ada bahasa Belitung mau pisahlah segala macem hanya gara-gara hal itu,” beber Edi dengan nada sesal.
Oleh karena itu, Edi berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah ini dengan duduk bersama.
“Terus yang lebih dak bagus agik, investasi takutlah masuk, ini kita minta kesadaranlah dari kedua belah pihak, ngobrollah apa sih masalah e, kami tidak mau masuk dalam wilayah mereka sebetulnya tapi kalo memang terpaksa saya akan memprakarsai untuk mengobrol sama pimpinan lain untuk mulai masuk sebagai pihak penengah,” tegasnya.
Ia berharap masalah ini dapat segera selesai agar Babel dapat fokus pada pembangunan daerah.
“Semoga selesai dengan baik dan tidak melulu kita ini hanya ngurus hal-hal seperti ini, banyak hal lain yang sudah menganga di depan yang harus kita benahi bersama eksekutif dan legislatif,” pungkas Edi Nasapta.
(**)











