Edhy Prabowo: Prabowo Presiden, Harga Karet Naik!

Minggu, 24 Maret 2019

Palembang, sumselupdate.com – Dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Menang yang salah satunya diupayakan melalui pencapaian misi kedaulatan pangan, kubu capres Prabowo-Sandi berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu caranya yakni melalui komitmen pemerintah untuk meningkatkan harga komoditas pertanian.

“Petani harus sejahtera dan mereka mesti dibantu oleh pemerintah. Salah satunya di sini kami tegaskan jika Prabowo presiden, harga karet akan naik,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Edhy Prabowo, di sela acara Konsolidasi Caleg Gerindra se-Sumatera Selatan di Palembang, Minggu (23/3/2019).

Read More

Edhy Prabowo yang juga Ketua Komisi IV DPR RI ini mengatakan, saat ini pasangan Prabowo-Sandi melalui tim pakar ekonominya telah merumuskan konsep dan program untuk memastikan kenaikan harga karet di kalangan petani. Dengan demikian, begitu pasangan ini nanti diberi mandat untuk memimpin Indonesia,  program yang dimaksud sudah bisa langsung dijalankan.

Dia menambahkan, Indonesia merupakan salah satu produsen karet terbesar di dunia. Namun, dia mengaku merasa sedih karena melihat kenyataan saat ini harga karet di tingkat petani tergolong murah.

“Bayangkan, betapa sedihnya petani karet saat ini karena harga jual karetnya murah. Satu kilogram karet tidak cukup untuk membeli satu kilogram beras. Untuk itu, jika kelak Prabowo-Sandi memimpin, kita berkomitmen untuk menaikkan harga karet. Ya minimal harga satu kilogram karet cukup untuk membeli satu kilogram beras,” ujarnya.

Terpisah, caleg DPRD Sumsel Dapil Sumsel 4 (OKU Timur) Solehun, M. Pd., membenarkan adanya keresahan petani karet saat ini terkhusus di Sumsel yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani karet.

“Sepanjang saya bersosialisasi dan menyerap aspirasi di Dapil OKU Timur, petani karet di sini memiliki keluhan yang sama soal murahnya harga karet. Mereka pun menaruh harapan besar kepada Pak Prabowo jika kelak menjadi Presiden untuk memperhatikan nasib mereka dengan cara menaikan harga jual karet,” ujarnya.

Menurut Solehun, pada umumnya petani karet merindukan masa kejayaannya seperti saat Indonesia dipimpin oleh presiden sebelumnya. Saat itu, menurut Solehun mengutip pernyataan warga, harga karet rata-rata Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram. Dengan harga tersebut, ekonomi warga pun meningkat dan mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan tinggi.

Namun, kondisi ini sekarang seolah berbalik drastis sebagai akibat harga karet yang tak kunjung membaik.

“Saat ini ketika harga karet rendah, mereka secara otomatis mengalami pelemahan ekonomi. Tidak sedikit dari mereka yang lahan karetnya terpaksa dijual bahkan disita bank karena hasilnya tidak sebanding lagi dengan cost yang mesti dikeluarkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan pendidikan anaknya,” pungkasnya. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts