Dukungan Suara Dari Berbagai Wilayah Meningkat, Prabowo-Gibran Menang Sekali Putaran Terbuka Lebar

Penulis: - Rabu, 7 Februari 2024
Capres Prabowo Subianto bersama cawapres Gibran Rakabuming Raka menyapa pendukungnya dalam acara debat perdana capres pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Selasa, 12 Desember 2023. (Youtube BeritaSatu)
Capres Prabowo Subianto bersama cawapres Gibran Rakabuming Raka menyapa pendukungnya dalam acara debat perdana capres pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Selasa, 12 Desember 2023. (Youtube BeritaSatu)

Jakarta, Sumselupdate.com – Lembaga survei Populi Center merilis survei nasional yang dilakukan pada 27 Januari–3 Februari 2024 meliputi 38 Provinsi dengan sampel sebanyak 1.500 responden.

Direktur Eksekutif Populi Center Afrimadona memaparkan, terdapat tren kenaikan jumlah masyarakat yang menginginkan Pilpres 2024 berjalan sekali putaran  79,9 persen.

Sementara yang ingin tetap dua putaran hanya 16,6 persen dan sisanya tidak mempermasalahkan jumlah putaran 2,3 persen, serta tidak menjawab 1,2 persen.

Menurut Afrimadona, mayoritas pendukung pilpres sekali putaran berasal dari masing-masing pendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari nomor urut 1, 2 maupun 3.

Advertisements

“Nah 79,9 persen itu masyarakat yang menginginkan sekali putaran, tetapi mereka menginginkan sekali putaran itu paslon mereka masing-masing yang menang seperti itu. Yang jelas mereka ingin sekali putaran karena alasan yang digembor-gemborkan selama ini lebih hemat, lebih tidak konflik. Namun  intinya angka yang 79,9 persen itu masyarakat  menginginkan sekali putaran,” ujar Afrimadona, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga: Putusan DKPP Salah Besar, Pencalonan Prabowo-Gibran Tetap Sah dan Konstitusional

Afrimadona menjelaskan, alasan masyarakat ingin pilpres sekali putaran karena lebih cepat ada kepastian terkait siapa yang menjadi presiden selanjutnya (41,2 persen), kemudian agar menghemat biaya (29,2 persen), agar pemerintahan dan layanan publik kembali normal (13,6 persen), mengurangi ketegangan di masyarakat (12,1 persen). Sisanya menjawab karena alasan lain dan tidak menjawab.

“Mayoritas masyarakat 70,3 persen juga menjawab yakin  pilpres akan selesai  sekali putaran, sementara  25,3 persen  menjawab tidak yakin dan 4,4 persen tidak menjawab,” paparnya.

Masih dari data survei yang sama, Afrimadona menambahkan, dari simulasi tiga pasang capres-cawapres, secara elektabilitas paslon nomor 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul jauh dari dua pesaingnya yakni mencapai 52,5 persen.

Baca Juga: Prabowo Soroti Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter dalam Debat Capres

Sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan dukungan  22,1 persen, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD  16,9 persen.

“Saat ditanya lebih lanjut mengenai dukungan masyarakat kepada pasangan calon yang akan mereka pilih 79,8 persen mengaku telah mantap dengan pilihannya tersebut. Adapun yang menjawab masih mungkin berubah 19,4 persen,”jelasnya.

Dengan data di atas, Afrimadona memprediksi peluang Prabowo-Gibran menang sekali putaran terbuka lebar, namun masih tidak menutup kemungkinan pilpres juga dapat berlanjut menjadi dua putaran.

“Sebenarnya data kita masih menunjukkan  rentang kepercayaan untuk elektabilitas paslon 2 mungkin masih berkisar antara 48 persen sampai 56 persen. Nah karena itu, kemudian probabilitas paslon 2 untuk dapat suara real 48 nanti di hari H itu juga masih memungkinkan,” katanya.

“Sehingga yang ingin saya katakan adalah data kita memang memperlihatkan peluang satu putaran makin besar tapi peluang dua putaran  masih ada,” tambahnya.

Lebih lanjut Afrimadona menuturkan, berdasarkan sebaran wilayah pulau, tren dukungan terhadap Prabowo-Gibran juga naik dan lebih unggul dari pasangan lain.

Dibandingkan survei bulan Januari, terdapat peningkatan dukungan pemilih di wilayah Sumatera dan Pulau Jawa bagian barat (Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat), masing-masing 2 hingga 4 persen.

Baca Juga: Prabowo Tugaskan Maruarar Sirait Jika Ada Masalah

“Peningkatan dukungan paling besar berasal dari pemilih di Pulau Jawa bagian Tengah dan Timur yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, di mana angkanya kini telah mencapai 53,3 persen, dari sebelumnya 45,4 persen. Selain itu, kenaikan keterpilihan juga terdapat di Indonesia Timur,” paparnya.

“Di wilayah ini dukungan pada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka juga meningkat, dari sebelumnya 46,3 persen dan kini 59,1 persen,” sambungnya.

Hal sebaliknya terjadi kepada paslon Ganjar-Mahfud, Afrimadona mengatakan masih berdasarkan sebaran wilayah pulau, tidak terdapat perubahan dukungan yang signifikan untuk pasangan Ganjar-Mahfud.

“Kalaupun terdapat penambahan atau pengurangan dukungan, angkanya masih dalam rentang margin error, kecuali di Pulau Jawa bagian Tengah dan Timur. Di wilayah ini, dukungan pada Ganjar Prabowo-Mahfud MD berkurang dari survei sebelumnya  35,4 persen, kini menjadi 28,9 persen,” ucapnya.

Baca Juga: Arus Bawah Indonesia Siap Kawal Prabowo-Gibran Menang  Sekali Putaran

Sementara itu, dukungan terhadap paslon nomor 1 cenderung stagnan, dari data sebaran wilayah pulau, tidak ada perubahan dukungan yang berarti. Meski demikian, hasil indikatif menunjukkan terdapat penurunan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dari pemilih yang tinggal di wilayah Indonesia Timur.

“Pada survei sebelumnya terdapat 27,7 persen yang menyatakan mendukung pasangan ini, namun kini jumlahnya menurun menjadi 20,9 persen,” tegas Afrimadona. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.