Dugaan Korupsi Penyimpangan Penggunaan Anggaran 2017, JPU Panggil Dua Anggota DPRD PALI

Suasana sidang perkara dugaan korupsi penyimpangan penggunaan anggaran tahun 2017 di Sekretariat DPRD PALI, yang menjerat terdakwa Mujarab SE selaku oknum bendahara, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Senin (3/4/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang kembali menggelar sidang perkara dugaan korupsi penyimpangan penggunaan anggaran tahun 2017 di Sekretariat DPRD PALI, yang menjerat terdakwa Mujarab SE selaku oknum bendahara, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Senin (3/4/2021).

Di hadapan majelis hakim Tipikor Palembang yang diketuai Sahlan Effendi, SH, MH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menghadirkan dua orang saksi.

Read More

Dua saksi itu yakni anggota DPRD PALI bernama Ilsan dan Basuki Rahmad.

Dalam persidangan kedua saksi dicecar berbagai pertanyaan baik oleh majelis hakim, penasihat hukum maupun JPU Kejari PALI yang pada intinya menerangkan adanya permasalahan mengenai SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) atau Surat Perjalanan Dinas anggota DPRD kala itu.

“Pada prinsipnya hampir sebagian anggota DPRD kala itu ada permasalahan di bulan Juli hingga Desember 2017 SPJ tidak dibayarkan oleh bendahara sekwan DPRD PALI,” ungkap saksi Ilsan.

Ia menjelaskan untuk nilai SPJ khusus untuk dirinya saja pada periode bulan tersebut lebih kurang dari Rp100 juta hingga saat ini belum ada pembayarannya.

Hal senada juga diungkapkan saksi Basuki Rahmad yang mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan anggota DPRD ada seperti reses ke daerah-daerah dengan prosedur menggunakan dana pribadi terlebih dahulu baru nanti diklaim ke bendahara Sekwan.

“Untuk SPJ saya sendiri saja hingga saat ini sama seperti pak Ilsan belum dibayarkan lebih kurang Rp 50 juta oleh bendahara Sekwan,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.