Muarabeliti, Sumselupdate.com – Akibat pemortalan ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang dilakukan demontran di Kantor Bupati Muratara, sempat terjadi kemacetan sepanjang lima kilometer, baik dari arah Lubuklinggau maupun dari arah Provinsi Jambi, Senin (25/9/2017).
Namun setelah melakukan pemortalan selama dua jam dan ada kesepakatan antara massa dengan Bupati Muratara H Syarif Hidayat, akhirnya massa bersedia membuka portal tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah portal dibuka, arus lalulintas pun beransur-ansur lancar.
Sebelumnya, Kantor Bupati Muratara rusak dilempari massa menggunakan batu. Insiden pelemparan kaca tersebut terjadi saat massa yang tergabung dalam Formula melakukan aksi demontrasi di halaman Kantor Bupati.
Tidak itu saja, aksi tersebut menyebabkan aktifitas perkantotan pemerintahan lumpuh . Kuat dugaan sebelum demo massa mendatangi setiap kantor meminta pegawai pulang dan tidak bekerja.
Aksi demo itu sendiri menuntut pembangunan PDAM harus segera berfungsi dan mengalir ke rumah-rumah masyarakat Muara Rupit dan Lawang Agung paling lambat tahun 2018.
Apabila tudak dapat terlaksana maka Bupati harus mengundurkan diri. Tuntutan lain, segera merevalitasi Pasar Lawang Agung pada tahun 2018.
Kemudian segera melakukan pelunasan ganti rugi lahan 235 ha pada tahun 2017, segera membuat Perda untuk santunan permanen bagi keluarha korban pemekaran Muratara.
Tuntutan lain, pihak eksekutif dan legislatif untuk tidak merevisi UU No 16 tahun 2013 pasal 7 apapun alasannya.
Selanjutnya , massa menagih janji bupati untuk menekan seluruh kepala SKPD untuk berdomisili atau menetap di Muratara. Pembangunan Masjid Agung harus dibangun di ibukota Muratara, terakhir segera membangun monumen perjuangan rakyat Muratara untuk mengenang pahlawan pemekaran.
Pantauan di lapangan menyebutkan sebelum menggelar aksi demonstrasi massa juga mendatangi kantor-kantor menyuruh pegawai pulang.
Akibatnya aktifitas perkantoran menjadi lumpuh dan kantor banyak yang tutup.
Pendemo langsung mendatangi kantor bupati dan berorasi di bawah tenda yang sudah disiapkan memakai sound system yang berada di mobil pick up.
Setelah berorasi, massa sempat tidak ditemui bupati., sehingga sekitar pukul 13.30, massa memblokir Jalinsum, tepatnya di depan kantor Bupati. Tuntutan mereka sama mau bertemu dengan Bupati untuk menyampaikan aspirasi. (ain)











