DPRD Lahat Keluarkan Dua Rekomendasi Terkait Sengketa Lahan PT SMS Dengan Warga Desa Mekar Jaya

Rapat Dengar Pendapat terkait permasalahan sengketa lahan warga Desa Mekar Jaya dengan PT SMS di DPRD Kabupaten Lahat

Laporan: Novrico Saputra

Lahat, Sumselupdate.com – Komisi I DPRD Kabupaten Lahat, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait sengketa lahan PT Sawit Mas Sejahtera (SMS) dengan masyarakat Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kikim, Kabupaten Lahat, Sumsel, Selasa (12/01/2021).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri ketua Komisi I selaku pimpinan rapat Mizarudin, Pemkab Lahat dan BPN serta perwakilan masyarakat Desa Mekar Jaya.

Kuasa hukum masyarakat Desa Mekar Jaya, Kantor Hukum Poyaenk yang diwakili Neko Ferlino SH CPL, Wildandhi SH CPL dan Yuwandra SH mengungkapkan, permasalahan antara masyarakat dengan PT Sawit Mas Sejahtera (SMS) sudah mulai berlangsung dari tahun 2008 yang lalu.

Hingga saat ini belum ada penyelesaian konkrit terkait sengketa yang terjadi, akan tetapi setelah Rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 1 DPRD Kabupaten Lahat di gedung DPRD Kabupaten Lahat dalam hal ini warga mendapat angin segar.

Ia menambahkan, rasanya sudah lebih dari cukup upaya masyarakat selama ini memperjuangkan hak mereka.

Makanya, pihaknya berharap kepada DPRD untuk terus mengawal suara warga Desa Mekar Jaya sampai tuntutan warga terpenuhi karena menyangkut hak sebagai warga negara.

“Meskinya Komisi I dapat menghadirkan pihak terkait. Persoalan ini bukan hal yang baru, dari pemberitaan yang ada sudah juga pernah dilakukan RDP, yang penting eksekusi di lapangan yang paling penting saat ini dan kami mendapat hasil yang luar biasa dari DPRD Kabupaten Lahat dengan mengeluarkan 2 rekomendasi,” ujarnya.

Neko menambahkan, sesuai dengan surat kuasa yang ia terima dari Warga Desa Mekar Jaya, persoalan yang ia sampaikan adalah terkait penyerobotan lahan sekitar 1666 hektar, sesuai dengan SK definitif tahun 1998. Masyarakat berharap lahan tersebut bisa dikembalikan secara penuh.

“Ada banyak masalah yang terjadi dengan pihak perusahaan ini. Pihak kami akan terus berjuang untuk warga Desa Mekar Jaya terkait permasalahan ini,” pungkasnya.

Sementara itu Mansyur (50) salah seorang warga mengungkapkan penyerobotan oleh PT SMS dimulai tahun 2008 lalu.

Dirinya dan warga sangat senang pada Rapat dengar Pendapat hari ini yang menyimpulkan bahwa salah satunya merekomendasi kepada pihak perusahaan untuk tidak beraktifitas di lahan yang di sengketakan dan warga akan menaati itu.

“Kami sangat senang kepada Komisi I untuk yang menurut kamj memperjuangkan nasib kami ini. Kalau tidak, kemana lagi kami harus mengadu,” ujarnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Solaiman warga lainnya, dirinya dan warga sudah melakukan audiensi dengan banyak pihak, mulai dari bupati dan Sekda, pihak perusahaan, tapi tidak ada hasil sampai ini.

“Jadi, kalau masalah data rasanya tidak perlu dipertanyakan lagi. Banyak data yang sudah kami serahkan, termasuk kepada bupati. Yang jadi pertanyaan kita, kenapa hingga sekarang tidak ada solusi konkrit yang jelas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Mizarudin mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemkab Lahat dan perusahaan untuk duduk satu meja membahas permasalahan ini dengan mengedepankan suara rakyat.

Untuk pihak Pemkab kami Dprd Kabupaten Lahat untuk mengadakan data-data yang di perlukan.Data itu sangat penting, sebagai acuan nantinya ketika memanggil pihak terkait.

“Kita fokus terkait dengan sengketa lahan, untuk itu kami komisi 1 mengerluarkan 2 yaitu rekomenndasi yaitu, merekomendasikan agar Pemkab Lahat segera menyelesaikan dan menindak lanjuti penegasan yang sudah di keluarkan sendiri oleh Pemkab Lahat dan untuk kedua pihak dalam hal ini pihak perusahaan PT SMS untuk tidak melakukan aktifitas di lahan yang di sengketakan dan juga warga Desa Mekar Jaya untuk tidak melakukan panen atau mencuri di lahan tersebut,” ujarnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.