DPD PPNI Pagaralam, Kecam Penganiayaan yang Menimpa Perawat RS Siloam

Laporan : Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kota Pagaralam, mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh keluarga pasien atas nama Jonson Tjakrawinata (38) terhadap perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Christina Ramauli (28).

Bacaan Lainnya

Kepada Sumselupdate.com, Ketua DPW PPNI Kota Pagaralam, Juliansah, Sabtu (17/04/2021) mengatakan, tindakan yang dilakukan keluarga pasien sangat tidak manusiawi, seharusnya sebagai profesi yang paling terdepan dalam membantu masyarakat yang terganggu kesehatannya selayaknya diperlakukan secara manusiawi dan dilindungi dalam melaksanakan tugasnya.

Dia mengatakan, perlakuan keluarga pasien tersebut telah menyakiti profesi perawat di seluruh penjuru negeri.

“Tindakan tersebut melecehkan harkat dan martabat profesi perawat,” ungkap Anca sapaan akrabnya.

Ditegaskannya, kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, dimana perawat merupakan garda terdepan penanganan Pandemi Covid-19. Yang rela berjuang hidup dan mati sebagai tanggung jawab profesi.

“Kami sangat menyesalkan kejadian kekerasan tersebut kami mengecam keras. Kami juga mengharapkan pihak rumah sakit memberikan jaminan perlindungan hukum untuk perawat itu dan perawat lainnya di RS tersebut,” harapnya.

Kemudian Anca juga menjelaskan, kalaupun ada perbuatan tidak menyenangkan dari perawat, pihak pasien bisa melaporkan ke pihak manajemen rumah sakit, dan bukannya berujung kekerasan.

Anca menambahkan, perlindungan perawat melaksanakan praktek juga mendapat perlindungan hukum yang tertuan pada Pasal 36 UU nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan.

Sebelumnya, pada Kamis (15/4/2021) terjadi aksi kekerasan oleh Jonson Tjakrawinata (38) keluarga pasien di RS Siloam Sriwijaya. Saat itu perawat perempuan bernama Christina Ramauli (28) selesai mencabut infus anak usia 2 tahun, dan langsung diberikan plaster pada bagian bekas infus.

Namun karena anak aktif bergerak membuat plaster lepas dan darah menetes sedikit.

Sang ibu yang kaget dan tak terima dengan kejadian ini lalu mengadukan pada suaminya. Lalu perawat perempuan tadi dipanggil kembali ke ruangan.

Dan terjadilah kekerasan yang membuat perawat sempat terjatuh ke lantai. Saat kejadian juga tampak perawat dan staf pria RS berusaha melerai, tetapi oknum keluarga tetap melakukan tindakan penamparan kepada perawat. (**)

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.