DLH Sumsel Verifikasi Dugaan Limbah Disposal PT BAS Cemari Sungai Enim

Aliran Sungai Enim yang diduga tercemar limbah disposal PT BAS

Laporan Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com — Dugaan limbah tanah disposal PT Bara Anugerah Sejahtera (PT BAS) yabg mencemari Sungai Enim mendapat respon dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Muaraenim.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, lokasi tersebut kini dipasang garis oleh DLHP Sumsel.

“Pada hari Sabtu tangal 16 Januari 2021, Tim Gabungan DLH Propinsi Sumsel dan DLH Muaraenim sudah melakukan verifikasi lapangan ke PT. BAS. Ada beberapa titik dipasang line oleh DLHP Propinsi tapi bukan police line,” kata Kepala DLH Muaraenim Kurmin melalui Iskandar, saat dikonfirmasi Sumselupdate.com, Selasa (19/1/2021).

Disinggung mengenai tindak lanjut dari verifikasi tersebut, Iskandar mengatakan jika pihaknya masih menunggu dari DLHP Sumsel

“Untuk tindak lanjut kita masih menunggu dari DLHP Propinsi Sumsel termasuk sanksi apa yg akan diterbitkan nantinya,” tukasnya.

Sebelumnya, belasan masyarakat dari Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim mengeluhkan adanya dugaan limbah tanah disposal dari PT BAS yang mengalir ke Sungai Enim di Desa Keban Agung, Selasa (12/1/2021).

Sementara Kepala Desa Keban Agung Fajrol Bahri saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan warganya mengenai adanya pencemaran limbah tanah disposal dari PT BAS ke aliran Sungai Enim di Desa Keban Agung.

“Ya benar pak. Kita hari ini Pemdes Keban Agung didampingi Kapolsek dan Camat meninjau langsung laporan keluhan masyarakat Desa Keban Agung terhadap adanya dugaan pencemaran limbah tanah Disposal dari PT BAS,” katanya, Selasa (12/1/2021).

Lanjutnya, pencemaran tanah Disposal tersebut berasal dari PT BAS melalui aliran air Sungai Hesik, Sungai Owal dan Sungai Tilam, lalu mengaliri ke Sungai Enim.

Hal ini menurutnya sangat meresahkan warga, karena aliran Sungai Enim tersebut digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu pula, Ia menambahkan, warganya meminta agar PT BAS agar bertanggung jawab atas pencemaran aliran sungai Enim tersebut dan memberikan kompensasi karena sejauh ini dinilai minim sekali kontribusi PT tersebut kepada masyarakat Desa Keban Agung.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.