PBB, Sumselupdate.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam keras insiden yang menewaskan tiga anggota pasukan penjaga perdamaian Indonesia dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dalam pernyataan pers pada Rabu (1/4), anggota Dewan Keamanan menegaskan dukungan penuh terhadap UNIFIL serta mendesak semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel serta fasilitas misi, termasuk kebebasan bergerak sesuai hukum internasional.
Mereka juga menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan para penjaga perdamaian.
Selain itu, Dewan Keamanan menegaskan bahwa penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan dan meminta PBB untuk melakukan penyelidikan menyeluruh melalui UNIFIL. Hasil penyelidikan tersebut diharapkan terus diinformasikan kepada negara-negara pengirim pasukan.
Seruan ini sejalan dengan implementasi resolusi Dewan Keamanan 2518 (2020) dan 2589 (2021) terkait perlindungan personel penjaga perdamaian.
Dewan Keamanan juga mendesak semua pihak untuk melaksanakan secara penuh resolusi 1701 (2006), serta menegaskan komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan persatuan Lebanon.
Dalam insiden tersebut, selain tiga personel Indonesia yang gugur, lima penjaga perdamaian lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah insiden juga dilaporkan memengaruhi posisi UNIFIL dan melukai personel penjaga perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan di sepanjang Garis Biru.
(**)











